Ahad 24 Sep 2023 10:30 WIB

Menko Airlangga Dorong Pengembangan Food Estate Berbasis Korporasi

Food estate di Humbang Hasundutan telah memproduksi kentang, cabai, serta bawang.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto meninjau food estate di Desa Riaria dan Desa Hutajulu, Kabupaten Humbang Hasundutan, Sumatra Utara, Sabtu (23/9/2023).
Foto: dok kemenko perekonomian
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto meninjau food estate di Desa Riaria dan Desa Hutajulu, Kabupaten Humbang Hasundutan, Sumatra Utara, Sabtu (23/9/2023).

REPUBLIKA.CO.ID, TOBA--Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto meminta pengembangan food estate di berbagai daerah dilakukan dengan basis korporasi. Tujuannya, agar petani bisa berkelompok, baik dalam bentuk koperasi maupun gabungan kelompok tani (gapoktan).

Menurut Airlangga, hal ini dimaksudkan agar lebih mudah dalam pemberian akses pendampingan, pembiayaan, dan fasilitas lain yang disediakan pemerintah serta bekerja sama dengan BUMN ataupun swasta.

Baca Juga

“Saya melihat disini sudah mulai banyak yang akan panen. Terima kasih. Semoga rakyat di sini makin sejahtera,” ujar Menko Airlangga saat meninjau food estate di Desa Riaria dan Desa Hutajulu, Kabupaten Humbang Hasundutan, Sumatra Utara, dalam keterangan, Sabtu (23/9/2023).

Menko Perekonomian menegaskan, komitmen Pemerintah untuk menjaga dan meningkatkan ketahanan pangan nasional telah termaktub dalam Agenda Pembangunan Nasional tahun 2022-2024. Program ketahanan pangan nasional dilakukan dengan memprioritaskan peningkatan ketersediaan, akses, serta kualitas konsumsi pangan.

 

Guna mendukung program ketahanan pangan tersebut, Pemerintah juga berupaya mendorong proyek food estate atau lumbung pangan nasional di sejumlah daerah.

Food estate di Kabupaten Humbang Hasundutan telah memproduksi tanaman pangan diantaranya berupa komoditas hortikultura seperti kentang, cabai, bawang merah, dan bawang putih. Pengembangan food estate di daerah ini telah dilakukan sejak tiga tahun lalu.

“Membangun pertanian ini tidak seperti membangun pabrik karena membangun pabrik itu jadwalnya pasti. Tapi kalau ini membangun kebudayaan, agriculture. Jadi, culture-nya ini yang butuh waktu lama, dan kedua, lahannya juga butuh waktu lama. Apalagi lahan di sini pH-nya rendah, 4,5, maka perlu pematangan lahan,” ujar Menko Airlangga.

Airlangga yang juga Ketua Umum DPP Partai Golkar mendengarkan langsung aspirasi masyarakat dan pemerintah daerah terkait kebutuhan wilayah setempat untu mendukung keberhasilan proyek food estate tersebut. Area food estate Humbang Hasundutan memiliki luas lahan sekitar 1.000 hektare.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement