Jumat 22 Sep 2023 20:52 WIB

Kemendikbudristek: Evakuasi dan Identifikasi Koleksi Museum Nasional Butuh Dua Pekan

Prioritas tim penyelamatan dan evakuasi dengan tidak mengorbankan kondisi koleksi.

Rep: Ronggo Astungkoro/ Red: Gita Amanda
Proses penanganan konservasi dan evakuasi koleksi Museum Nasional Indonesia pascakebakaran, Rabu (20/9/2023).
Foto: Dok Republika
Proses penanganan konservasi dan evakuasi koleksi Museum Nasional Indonesia pascakebakaran, Rabu (20/9/2023).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kepala Badan Layanan Umum Museum dan Cagar Budaya (MCB) Kemendikbudristek, Ahmad Mahendra, mengestimasi Tim Evakuasi Penyelamatan Koleksi Museum Nasional Indonesia (MNI) butuh waktu dua pekan untuk menyelesaikan proses evakuasi dan identifikasi tahap awal. Tapi, agar tak mengorbankan kondisi koleksi yang sebagian telah rusak, pihaknya tak mematok target waktu tertentu. 

“Perlu saya tekankan, Tim Evakuasi Penyelamatan Koleksi MNI di sini berkomitmen pada prioritas penyelamatan dan evakuasi dengan sebaik-baiknya dan tidak mengorbankan kondisi koleksi yang sebagian telah rusak. Sehingga, proses ini tidak terpaut pada orientasi target waktu,” ujar Mahendra lewat keterangannya, Jumat (22/9/2023). 

Baca Juga

Dia menjelaskan, ada empat tahapan yang dilewati pada proses penanganan koleksi benda bersejarah yang terdampak. Pertama adalah proses evakuasi, dilanjutkan ke proses identifikasi. Setelah pendataan dilaksanakan pada proses kedua, yakni identifikasi tahap awal, koleksi benda bersejarah akan memasuki tahapan selanjutnya tahap ketiga, yakni proses klasifikasi.

photo
Proses penanganan konservasi dan evakuasi koleksi Museum Nasional Indonesia pascakebakaran, Rabu (20/9/2023). - (Dok Republika)

 

 

Proses klasifikasi merupakan tahap untuk menentukan tingkat kerusakan pada koleksi benda bersejarah yang terdampak sehingga tahap keempat, yaitu penanganan untuk pemulihan, dapat disesuaikan dengan kebutuhannya. Semua itu dia sebut sangat teknis dan kompleks serta membutuhkan strategi yang memastikan keamanan koleksi maupun tim yang menjalankan. Seluruh proses itu akan dijadikan laporan untuk menyusun rencana restorasi dan pengamanan ke depannya.

 

"Kami tetap berjuang dari pagi sampai malam setiap harinya, meskipun masih ada area yang belum aman dari risiko bangunan yang runtuh. Prioritas kami adalah memastikan proses evakuasi berjalan lancar dan progresif setiap hari. Dalam penanganan ini, kami mengandalkan kelompok tim khusus yang terampil dalam teknik pengangkutan menggunakan alat berat secara hati-hati," kata Mahendra.

Dalam beberapa hari terakhir, lebih dari 60 petugas Tim Khusus Penanganan Unit MNI yang terdiri dari Tim Evakuasi, Tim Identifikasi, dan Tim Laboratorium Konservasi bekerja sama dengan lebih dari 100 personel dari pihak kepolisian dan Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU) Pemerintah Daerah DKI Jakarta terus bekerja.

Pascadiperbolehkannya penyelamatan koleksi yang terdampak empat hari yang lalu, mereka telah mendapatkan pencapaian pengidentifikasian 126 koleksi benda bersejarah berdasarkan data yang diperoleh pada hari Rabu (20/9/2023). Jumlah tersebut masih terus bertambah hingga hari ini dan belum termasuk bagian atau fragmen koleksi yang ditemukan dan berhasil dievakuasi.

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement