Rabu 30 Aug 2023 05:21 WIB

Dukung Penambahan Tenaga Medis dan Peningkatan Sistem Layanan Kesehatan

Kasus penyakit katastropik di Indonesia meningkat sebanyak 23,3 juta kasus pada 2022.

Rep: Rahma Sulistya/ Red: Erik Purnama Putra
DorSeminar mendukung peningkatan layanan kesehatan, salah satunya jumlah tenaga medis di Indonesia.
Foto: Republika.co.id
DorSeminar mendukung peningkatan layanan kesehatan, salah satunya jumlah tenaga medis di Indonesia.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Meningkatnya kebutuhan layanan kesehatan bagi masyarakat juga perlu didukung dengan berbagai hal penunjang, termasuk salah satunya jumlah tenaga medis. Mengutip pernyataan Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) dr Dante Saksono Harbuwono, saat ini, rasio jumlah dokter di Indonesia masih tergolong sangat kecil, yaitu 0,47 dokter per 1.000 penduduk.

"Angka ini jauh dibawah standar WHO yang minimalnya satu dokter per 1.000 penduduk," kata Dante si acara Global Human Capital Summit 2023 bertajuk 'Shaping Talent of the Future for Resilience and Innovation of ASEAN' di Jakarta, Selasa (29/8/2023).

Berdasarkan data program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), kasus penyakit katastropik (jantung, kanker, stroke, gagal ginjal, dan lainnya) di Indonesia meningkat sebanyak 23,3 juta kasus pada 2022. Oleh karena itu, diperlukan peningkatan sistem layanan kesehatan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat agar semakin siap menghadapi berbagai risiko tak terduga pada masa depan.

Presiden Direktur Prudential Indonesia Michellina L Triwardhany mengatakan, pengembangan sumber daya manusia (SDM) yang unggul tentunya didukung oleh sistem kesehatan yang prima dan stabilitas keuangan yang kokoh. Sehingga, setiap individu akan selalu siap untuk menghadapi tantangan dan perubahan yang cepat. 

 

"Di sinilah industri asuransi jiwa berperan penting mendukung pengembangan SDM melalui ragam inovasi produk dan layanan guna memberikan perlindungan baik jiwa, kesehatan dan stabilitas keuangan," kata Danny, sapaan akrabnya di acara yang sama.

Menurut dia, pandemi Covid-19 telah menjadi pengingat bagi masyarakat akan pentingnya mempersiapkan perlindungan baik jiwa maupun kesehatan demi menjaga stabilitas keuangan keluarga. Tidak hanya itu, risiko terjadinya penyakit kritis pun meningkat pascapandemi. 

Dhany menyebutkan keterbatasan jumlah SDM dengan latar belakang bidang kesehatan juga menjadi perhatian pelaku industri asuransi jiwa. Kehadiran SDM dengan latar belakang bidang kesehatan tentunya guna mendukung pelaku industri asuransi jiwa dalam meramu dan mengahasilkan inovasi produk dan layanan khususnya terkait asuransi kesehatan. 

"Hingga Agustus 2023, Prudential Indonesia didukung oleh 176 staf dengan latar belakang pendidikan bidang kesehatan mulai dari dokter, perawat hingga public health," kata Dhany.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement