Rabu 26 Jul 2023 16:43 WIB

Renovasi JIS, Menteri PUPR Masih Tunggu Hasil Evaluasi FIFA

Perbaikan JIS dilakukan oleh pemerintah agar jadi tuan rumah Piala Dunia U-17.

Rep: Dedy Darmawan Nasution/ Red: Erik Purnama Putra
Suasana Jakarta International Stadium (JIS) di Tanjung Priok, Jakarta Utara, Selasa (4/7/2023).
Foto: Republika/Putra M. Akbar
Suasana Jakarta International Stadium (JIS) di Tanjung Priok, Jakarta Utara, Selasa (4/7/2023).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menyatakan masih menunggu hasil evaluasi Federasi Sepak Bola Internasional (FIFA) untuk melakukan renovasi Jakarta Internasional Stadium (JIS) yang bakal digunakan untuk pertandingan Piala Dunia U-17.

Perbaikan terhadap JIS dilakukan langsung oleh pemerintah pusat agar dapat lolos inspeksi sebagai stadion Piala Dunia. Adapun Piala Dunia U-17 akan digelar pada 10 November-2 Desember 2023.

Adapun FIFA diketahui akan datang pada Jumat (28/7/2023) untuk meninjau langsung kondisi JIS. "Tunggu evaluasi FIFA, kalau sudah ada evaluasi dari FIFA kami akan mengikuti," kata Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Basuki Hadimuljono di Jakarta, Rabu (26/7/2023).

Basuki mengatakan, selain menunggu hasil evaluasi FIFA, pihaknya harus berdasarkan persetujuan dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Pasalnya, JIS yang dibangun pada era Gubernur Anies Rasyid Baswedan itu merupakan aset pemerintah daerah.

 

"Ini kan asetnya pemda, jadi saya harus kerjanya benar-benar nunggu perintah dari permintaan pemda," ujar Basuki.

Dia pun menegaskan, total anggaran yang disiapkan untuk renovasi stadion-stadion di Indonesia mencapai Rp 1,2 triliun. Namun, Basuki menekankan, anggaran itu digunakan untuk perbaikan 22 stadion. Termasuk, Stadion Kanjuruhan di Malang, Jawa Timur di mana terjadi insiden penghimpitan kerumunan dan menewaskan 754 orang pada tahun lalu.

Sebelumnya, Ketua Umum PSSI Erick Thohir menegaskan pihaknya bersama pemerintah berusaha mendorong JIS sebagai venue Piala Dunia U-17. Sebagai bagian dari usaha itu, ada beberapa perbaikan yang mesti dilakukan agar JIS lolos inspeksi sebagai stadion Piala Dunia.

Adapun, pernyataan Erick tersebut menepis tudingan politisasi di balik rencana renovasi JIS. Sebaliknya, pemerintah malah serius mempromosikan JIS kepada FIFA sebagai salah satu lokasi Piala Dunia U-17.

"Kalau JIS ini dikaitkan dengan isu politik kebalik dong. Justru pemerintah ini mau merenovasi 22 stadion untuk standar internasional dan FIFA. Pemerintah juga akan mengajukan lapangan-lapangan untuk U-17. Ada enam atau delapan lapangan yang mau diajukan, termasuk JIS," ujar Erick.

Yuk koleksi buku bacaan berkualitas dari buku Republika ...
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement