Jumat 14 Jul 2023 09:31 WIB

Ibadah Haji 2023: Dari Koper Ketinggalan, Tersesat-Hilang, dan Naiknya Jamaah Wafat

Memamibadah haji memang selalu ruwet namun harus tetap dapat diatasi persoalannya.

  Seorang keluarga  jamaah haji yang meninggal di debarkasi Makassar membawa karangan bunga  ucapan bela sungkawa bagi kerabatnya yang meninggal dalam perjalanan pulang haji dengan memaskapai Garuda .
Foto: Antara/Andri Saputra
Seorang keluarga jamaah haji yang meninggal di debarkasi Makassar membawa karangan bunga ucapan bela sungkawa bagi kerabatnya yang meninggal dalam perjalanan pulang haji dengan memaskapai Garuda .

Oleh: Muhammad Subarkah, Jurnalis Republika dan pengamat haji.

Mungkin ini takdir Yang Maha Kuasa atas soal penyelenggaraa ibadah haji di Indonesia. Dari sejak zaman kolonial sampai kini haji tetap menjadi persoalan ruwet. Haji terus memproduksi persoalan yang serupa. Seolah sudah menjadi masalah yang biasa, atau terkesan biasa.

Namun ada hal memicu perhatian. Hal itu adalah mulai dari hal sepele koper ketinggalan, jamaah tersesat dan hiang, serta naiknya jamaah wafat. Soal tersebut semakin ruwet karena terkait dua hal, yakni pertama merupakan penyelenggaraan ibadah haji pertama yang full caacity usai pandemi Covid-19, kedua karena soal dominannya jamaah haji lanjut usia (lansia).

Pada soal koper jamaah yang ketinggalan ketika pulang memang bukan hal yang baru. Apalagi di dunia penerbangan. Hal itu jamah terjadi. Ini terjadi seperti terjadi pada ratusan koper jamaah haji kloter 16 Kabupaten Semarang yang sebelumnya masih berada di Bandara Jeddah Arab Saudi dan belum tiba bersama dengan kedatangan mereka --pada Selasa (11/7) pagi lalu-- telah diambil. 

 

Pengambilan koper ini telah dilakukan oleh masing- masing keluarga jamaah haji mulai Rabu (12/7) malam di kantor Kementerian Agama (Kemenag)  Kabupaten Semarang, baik untuk jamaah haji kloter 16 maupun kloter 17.

"Hingga hari ini, semuanya sudah clear (beres) kata Kasi Penyelenggara Haji dan Umrah (PHU) Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Semarang, Titik Halimah, saat dikonfirmasi Republika, Kamis (13/7) petang.

Sehingga untuk koper para jamaah haji kloter 16 Kabupaten Semarang yang sebelumnya sempat tertunda pengambilannya, sudah tidak ada persoalan. Demikian pula jamaah haji kloter 17 yang harus mengambil di kantor Kemenag Kabupaten Semarang.

Lebih rinci, Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Ungaran Barat, Nur Edi Susilo menjelaskan,  sebelumnya 355 jamaah haji kloter 16 Kabupaten Semarang telah tiba kembali dari tanah suci tanpa kopernya.

Karena koper yang ada dalam kargo pesawat yang membawa kepulangaan mereka merupakan koper milik jamaah haji kloter 17. Sementara koper jamaah haji kloter 16 berada di kargo pesawat yang membawa pulang jamaah haji kloter 17.

Sehingga koper milik jamaah haji kloter 17 ini sementara ditempatkan di Kantor Kemenag Kabupaten Semarang. Demikian koper milik jamaah haji kloter 16 yang tiba bersama dengan 360 jamaah haji kloter 17, Rabu (12/7) sore.

Setelah diumumkan kepada para jamaah terkait teknis dan tempat pengambilan, krluarga jamaah sudah mulai diambil pihak keluarga jamaah mulai Rabu malam. "Alhamdulillah, hingga tadi siang, koper- koper tersebut sudah diambil semua," katanya.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement