Kamis 25 May 2023 17:54 WIB

Jokowi Ingin Indonesia Tembus Pasar Mobil Listrik Amerika Serikat

Indonesia terus berkomitmen mengembangkan industri kendaraan listrik.

Rep: Dessy Suciati Saputri/ Red: Fuji Pratiwi
Presiden Joko Widodo menjajal satu mobil listrik di area BSD City, Tangerang, Banten, Rabu (17/11). Saat bertemu delegasi Dewan Bisnis AS-ASEAN, Jokowi menyatakan keinginan agar Indonesia dapat menembus pasar mobil listrik Amerika Serikat.
Foto: Foto: Lukas - Biro Pers Sekretariat Presiden
Presiden Joko Widodo menjajal satu mobil listrik di area BSD City, Tangerang, Banten, Rabu (17/11). Saat bertemu delegasi Dewan Bisnis AS-ASEAN, Jokowi menyatakan keinginan agar Indonesia dapat menembus pasar mobil listrik Amerika Serikat.

REPUBLIKA.CO.ID, BOGOR -- Presiden Joko Widodo (Jokowi) menerima kunjungan delegasi Dewan Bisnis AS-ASEAN atau US-ASEAN Business Council di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Kamis (25/5/2023).

Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani menyampaikan, pertemuan tersebut membahas berbagai kerja sama di bidang investasi dan hubungan perdagangan antara Amerika Serikat dan Indonesia. Salah satunya terkait dengan industri kendaraan listrik. Pertama, mengenai upaya Indonesia meningkatkan ekosistem dari industri electric vehicle atau mobil listrik. Apalagi, Indonesia memiliki sumber daya mineral yang sangat besar.

Baca Juga

"Yang kedua, bagaimana Indonesia bisa juga mendapatkan fasilitas untuk masuk di dalam pasar electric vehicle di Amerika Serikat dan bagaimana kita bisa meningkatkan peranan dan juga kemampuan untuk menarik investasi," kata Sri Mulyani, dikutip dari siaran pers istana.

Menurut Sri Mulyani, Presiden Jokowi juga menyampaikan bahwa pemerintah akan terus melakukan transformasi ekonomi, energi keberlanjutan, dan pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN). Indonesia akan terus melakukan transformasi ekonomi baik di bidang hilirisasi dan memperkuat ekosistem industri kendaraan listrik dan energi terbarukan, termasuk transisi energi.

Dalam pertemuan antara Jokowi dan sejumlah perusahaan di bidang industri energi itu juga turut dibahas terkait perubahan iklim dan pentingnya teknologi penangkap karbon (carbon capture). Indonesia pun menyatakan akan mematuhi komitmen dalam menghadapi perubahan iklim.

"Pemerintah akan terus mendukung kebijakan-kebijakan untuk kemandirian dan ketahanan energi di Indonesia," ujar Sri Mulyani.

 

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement