Senin 15 May 2023 01:12 WIB

Pawitandirogo Dorong Sinergi Pembangunan Ekonomi Jawa Timur

Perekonomian Jawa Timur pascapandemi tumbuh cukup bagus.

Paguyuban Warga Jawa Timur menggelar halal bihalal.
Foto: istimewa
Paguyuban Warga Jawa Timur menggelar halal bihalal.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA-- Memanfaatkan momen Silaturahmi dan Halal Bihalal Idul Fitri 1444 H, para pimpinan paguyuban bersama Warga Jawa Timur yang tergabung dalam lima Paguyuban Warga di wilayah mataraman Pawitandirogo (Pacitan, Ngawi, Magetan, Madiun, Ponorogo) mengadakan acara “Halal Bihalal PAWITANDIROGO”, yang diselenggarakan di Sasono Utomo TMII. Kelima Paguyuban Warga Jawa Timur tersebut adalah Pawargo (Ponorogo), Paguma (Madiun), IKMA (Magetan), PWN (Ngawi), dan PWP (Pacitan). 

Penyelenggaraan acara ini meneruskan budaya acara tahunan yang sudah diselenggarakan sejak awal tahun 2000 yang lalu, tetapi selama pandemi Covid-19 terhenti dan tidak pernah dilaksanakan. Dengan telah dicabutnya PPKM, apalagi setelah WHO juga mencabut status Kedaruratan Kesehatan, acara tahunan ini mulai diselenggarakan lagi, dan untuk tahun ini yang menjadi tuan rumah acara adalah Paguyuban Warga Ponorogo (Pawargo).

Baca Juga

Susiwijono Moegiarso (Sesmenko Perekonomian) selaku ketua umum Pawargo dalam sambutan pembukaannya menyampaikan terima kasih kepada para tokoh nasional dari wilayah Pawitandirogo yang hadir dan mendorong terselenggaranya acara ini. Susiwijono juga menyampaikan Pawitandirogo harus menjadi wadah bersama untuk membangun sinergi antarkabupaten dan kota di Jawa Timur dan sekitarnya. “Kami bersama tujuh kepala daerah sudah berkomitmen untuk membangun sinergi dan kemitraan, guna mendorong pembangunan dan perekonomian daerah di Jawa Timur,” kata Susiwijono dalam siaran persnya, Ahad (14/5/2023).

Pada kesempatan tersebut, Soekarwo atau yang terkenal dengan sebutan Pak De Karwo (mantan gubernur Jawa Timur) juga menyampaikan bahwa perekonomian Jawa Timur pascapandemi tumbuh cukup bagus, tahun 2022 yang lalu tumbuh 5,34 persen seditik di atas pertumbuhan ekonomi nasional yang 5,31 persen. Namun, sebagian kabupaten di wilayah mataraman ini pertumbuhannya masih di bawah itu, sehingga diperlukan upaya bersama untuk menjalin sinergi antardaerah. Juga disampaikan pada masa bonus demografi ini, menjadi kesempatan emas untuk memanfaatkan berlimpahnya sumber daya usia produktif di daerah.

 

Soekarwo menegaskan, “Pawitandirogo ini merupakan bentuk sinergi yang konkret antar Pemerintah Daerah dan dengan warganya yang menjadi tokoh atau pejabat di Pusat, yang diharapkan akan mampu berkontribusi nyata kepada ekonomi daerah”.

Sejalan dengan Soekarwo, Nyoman Adhi Suryadnyana (Anggota 1 BPK RI) juga menegaskan, akan mendukung penuh semua upaya untuk mendorong kemajuan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat di daerah. Bupati Ponorogo, Sugiri Sancoko, dalam sambutannya sangat mengharapkan, melalui wadah Paguyuban Warga ini bisa membantu berbagai upaya pembangunan untuk mendorong kemajuan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat di daerah. 

Acara ini dimeriahkan dengan pertunjukan Gelaran Reyog Ponorogo, Tari Remo Jawa Timuran dan pagelaran kesenian Dongkrek Madiun serta diisi oleh penampilan para pelawak Srimulat (Tarsan dan Tessy), pagelaran musik Campur Sari yang mendatangkan para penyanyi dan sinden dari berbagai wilayah di Jawa Timur.

Hadir pada acara ini lebih dari 2.500 orang warga dan Keluarga Besar Paguyuban di wilayah Pawitandirogo, dan tujuh bupati/wali kota (Bupati Ponorogo, Madiun, Ngawi, Magetan, Pacitan, Mojokerto, dan Wali Kota Madiun), serta Wakil Bupati Ponorogo dan Wakil Wali Kota Madiun, beserta jajaran Pemerintah Daerah, para kepala OPD, dan camat.

Para tokoh nasional dari wilayah Pawitandirogo yang ikut hadir, antara lain Pak De Karwo (DR. H. Soekarwo) anggota Wantimpres/mantan gubernur Jawa Timur, Marsekal TNI (Purn) Djoko Suyanto mantan panglima TNI, Agus Rahardjo mantan ketua KPK dan tokoh-tokoh lain dari Jawa Timur seperti Luluk Soemiarso dan Soetarto Alimoeso. 

Sedangkan dari para tokoh dan pejabat pusat yang berasal dari wilayah Pawitandirogo, ikut hadir Nyoman Adhi (Anggota 1 BPK RI), Susiwijono Moegiarso (Sesmenko Perekonomian), Erani Yustika (Kaset Wapres), Anwar Sanusi (Sekjen Kemen Naker), Robben Rico (Plt. Sekjen Kemensos), Sugito (Dirjen PDP Kemendes), Marsda TNI Henri Alfiandi (Kepala Basarnas), dan banyak pejabat lain yang terlihat hadir di acara tersebut.  

Pada akhir acara, Susiwijono menyampaikan kesepakatan dengan para kepala daerah, untuk menindaklanjuti hasil acara ini, akan segera diselenggarakan pertemuan lanjutan di Madiun untuk membahas lebih konkret berbagai upaya guna mendorong perekonomian daerah, khususnya di wilayah Pawitandirogo. 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement