Ahad 16 Apr 2023 13:06 WIB

Ratusan Driver Ojol Jabodetabek Ikuti Mudik Gratis dari Komunitas Kajol

Sebanyak delapan bus disediakan bagi 500 driver ojol yang hendak mudik.

Mudik gratis (Ilustrasi)
Foto: Republika
Mudik gratis (Ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, DEPOK -- Ratusan pengemudi ojek online (ojol) se-Jabodetabek  berangkat mudik gratis dari Terminal Jatijajar Jalan Raya Bogor, Depok, Jawa Barat, akhir pekan ini. Program mudik gratis itu diselenggarakan oleh relawan yang menamakan diri mereka sebagai Komunitas Ojek Online (Kajol) Indonesia Dukung Ganjar. 

Sebanyak delapan bus disediakan bagi 500 driver ojol yang hendak mudik menuju kampung halamannya di Bandung, Tasikmalaya, Cirebon, Solo, Semarang, Yogyakarta, Pemalang, dan Purwokerto. 

Baca Juga

Juru Bicara Kajol Indonesia, Risnandar mengatakan, kegiatan itu berawal dari aspirasi para driver ojol yang hendak mudik, tetapi terkendala biaya. 

"Berawal dari aspirasi temen-temen ojek online yang menginginkan pulang kampung di tahun ini untuk merayakan Idulfitri, akan tetapi teman-teman kekurangan biaya untuk biaya tiket. Maka kami berinisiatif mengadakan mudik gratis, semua ditanggung oleh kami," ujar Risnandar di lokasi. 

 

Risnandar berharap, program ini dapat meringankan beban para perantau tersebut agar bisa berkumpul kembali bersama keluarganya saat momen Lebaran. 

"Karena seperti yang kami ketahui penghasilan ojek online sangat minim dengan adanya ini teman-teman merasa terbantu dan mudah-mudahan bermanfaat," kata Risnandar. 

Dengan demikian, para sukarelawan mengaku sangat senang dan bangga dapat membantu para driver ojol untuk mudik tahun ini. 

Dia pun mendoakan agar para pemudik sampai tujuan dan kembali dalam keadaan selamat. 

"Kami berdoa buat teman-teman yang ikut mudik, mudah-mudahan sampai tujuan dengan selamat, mudah-mudahan kembali juga dengan selamat," ucap Risnandar. 

Salah seorang peserta mudik gratis bernama Sri Rejeki mengungkapkan bahwa dirinya hendak mudik ke Solo bersama dengan sang suami. 

"Sudah lima tahun lebih enggak mudik ini senang sekali ada acara begini, jadi kami bisa pulang kampung ketemu sama keluarga. Bahagia sekali bersyukur bisa berkumpul nanti di kampung sama keluarga udah enggak sabar," ungkap Sri. 

Dia mengaku tidak bisa mudik selama lima tahun terakhir karena kesulitan ekonomi akibat pandemi Covid-19. 

Jangankan untuk biaya pulang kampung, untuk makan sehari-hari saja Sri dan suaminya merasa sangat kesusahan. 

"Karna enggak ada biaya, suami saya kerjaannya begitu susah. Karena pandemi susah buat pulang kampung, buat makan sehari-hari aja susah," kata Sri. 

Terpisah, Polri dan sejumlah pihak terkait terus mematangkan kesiapan dan mengevaluasi dalam rangka mengamankan arus mudik dan balik Lebaran 2023. Kesiapan yang terus dibahas dan dilakukan, di antaranya terkait dengan penerapan rekayasa lalu lintas berupa contraflow, one way, hingga ganjil genap saat arus mudik-balik Lebaran 2023.

Polri juga telah memberikan imbauan kepada semua masyarakat yang melakukan perjalanan mudik untuk mengikuti seluruh aturan-aturan demi menjamin terwujudnya keamanan dan kenyamanan, demikian dilansir dari Antara

sumber : Antara
Yuk koleksi buku bacaan berkualitas dari buku Republika ...
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement