Sabtu 15 Apr 2023 13:45 WIB

Yana Mulyana Kena OTT KPK, Kota Bandung tak Punya Kepala Daerah

Usai Yana Mulyana tertangkap KPK, siapa yang akan memimpin Kota Bandung?

Rep: Dea Alvi Soraya/ Red: Erik Purnama Putra
Wali Kota Bandung, Yana Mulyana kena OTT KPK.
Foto: Republika/Dea Alvi Soraya
Wali Kota Bandung, Yana Mulyana kena OTT KPK.

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung dikagetkan dengan laporan tertangkapnya Wali Kota Bandung, Yana Mulyana dalam operasi tangkap tangan (OTT) KPK pada Jumat (14/4/2023), Imbas penangkapan itu, membuat posisi kepemimpinan di Kota Bandung kosong.

Hal itu lantaran Yana merupakan eks wakil wali kota Bandung yang menggantikan posisi Oded Mohamad Danial. Oded meninggal ketika menjelang menunaikan sholat Jumat di Masjid Muhammadiyah, Jalan Sancang, Kota Bandung pada (10/12/2021).

Karena itu, Yana kemudian dilantik sebagai pelaksana tugas (plt) wali kota Bandung. Pada 18 April 2022, Yana dilantik resmi sebagai wali kota definitif oleh Gubernur Jawa Barat M Ridwan Kamil di Gedung Sate, Kota Bandung. Sejak saat itu hingga kini, politikus Partai Gerindra tersebut seorang diri memerintah Pemkot Bandung. Kini, Kota Bandung tidak memiliki kepala daerah.

 

 

Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bandung, Ema Sumarna mengatakan, saat ini Pemkot Bandung akan menyerahkan seluruh keputusan kepada Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) selaku pemangku kebijakan pemerintahan daerah. Menurut Ema, Pemkot Bandung akan mengikuti mekanisme dan aturan yang berlaku, dan menunggu kebijakan yang diberikan Kemendagri.

Baca juga : OTT Wali Kota Bandung, KPK Sita Uang dan Sepatu LV

 

“Tadi pak gubernur menyampaikan bahwa otoritas untuk menentukan ada di Kemendagri, sesuai dengan ketentuan yang ada, jadi kita tunggu saja kebijakan yang akan diberikan,” ujar Ema saat memberikan keterangan kepada awak media di Balai Kota Bandung, Sabtu (15/4/2023).   

 

"Kalau saya tidak absah maka bisa jadi akan ada agen plh (pelaksana harian) yang akan melanjutkan kepemimpinan di Kota Bandung," sambung Ema.

 

Dia menjelaskan, secara konstitusi, masa jabatan Yana akan berakhir pada 20 September 2023 atau tersisa sekitar lima bulan. Selain Yana, terdapat sejumlah jajaran Pemkot Bandung yang juga terjaring dalam OTT KPK Jumat. Meski begitu, Ema mengaku, belum mengetahui persis jumlah pejabat yang terjaring.

"Belum tau persis, karena saya hanya berpegang pada data sekunder yang dirilis media, saya juga tidak tau persis lokasi OTT terjadi, karena kabarnya pun saya baru tau tadi pagi," ujar Ema.

Baca juga : Ini Kronologi Kasus Dugaan Korupsi Wali Kota Bandung Yana Mulyana

 

Saat ditanya terkait adanya bantuan hukum yang diberikan Pemkot Bandung untuk Yana, Ema mengatakan, saat ini pembahasan tersebut akan didiskusikan hari ini bersama seluruh jajaran Pemkot Bandung.  “Mekanisme ini sedang berproses jadi nanti kami akan lanjutkan rapat dengan seluruh jajaran,” ujarnya.

 

Ema mengaku, terakhir kali berkomunikasi dan bertemu dengan orang nomor satu di Kota Bandung pada Jumat. Dia mengaku, sempat mendampingi Yana saat melantik 120 pejabat Pemkot Bandung di Balai Kota Bandung pada Jumat pagi. Sedangkan pada siang dan sore hari, Ema memiliki agenda yang berbeda dengan sang pimpinan.  

 

"Menjelang sholat Jumat kita sama-sama punya agenda berbeda, begitu juga ba’da sholat Jumat. Lalu sorenya bada Ashar saya ada agenda di Hotel Amarosa dan beliau ada kegiatan di Balai Kota," jelas Ema.

Baca juga : Beredar Flyer 'Bimtek Tips dan Trik Cegah OTT KPK' dengan Foto Walkot Bandung

 

Saat ditanya terkait agenda yang telah dijadwalkan akan dihadiri wali kota, Ema mengatakan, akan melakukan koordinasi lanjutan. Dia menyebut, kemungkinan agenda tersebut, salah satunya kegiatan Bimbingan Teknis Menvegah Korupsi Pengadaan Barang dan Jasa di Pemerintah Daerah yang digelar Emerson Institue pada Selasa (18/4/2023), akan digantikan oleh pejabat lainnya.  

 

"Agenda itu saya belum tau, karena biasanya saya dikabari Sabtu malam tapi bisa saja digantikan oleh pejabat lain," kata Ema.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement