Senin 10 Apr 2023 12:55 WIB

Penuhi Tantangan Warganet, Andre Rosiade Naik KRL ke Gedung DPR

Andre kerap dikecam anker dan warganet, sebab menolak impor kereta bekas dari Jepang.

Rep: Fergi Nadira B/ Red: Erik Purnama Putra
Anggota Komisi VI Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), Andre Rosiade memenuhi tantangan warganet berangkat ke kantor menggunakan moda KRL Commuter Line pada Senin (10/4/2023) pagi WIB.
Foto: Tangkapan layar
Anggota Komisi VI Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), Andre Rosiade memenuhi tantangan warganet berangkat ke kantor menggunakan moda KRL Commuter Line pada Senin (10/4/2023) pagi WIB.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Anggota Komisi VI Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), Andre Rosiade memenuhi tantangan warganet berangkat ke kantor menggunakan moda KRL Commuter Line pada Senin (10/4/2023) pagi WIB. Hal itu terkait polemik rencana impor kereta bekas dari Jepang oleh PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) beberapa waktu lalu.

"Memenuhi aspirasi dari netizen pengguna Commuter Line untuk berangkat menggunakan KRL di jam sibuk antara jam 6-8 pagi dari Stasiun Rawa Buntu ke Stasiun Palmerah," kata Andre melalui akun Twitter terverifikasinya @andre_rosiade seperti dikutip Republika.co.id di Jakarta pada Senin (10/4/2023).

Saat rapat dengar pendapat antara Komisi VI DPR dan PT KCI maupun PT Kereta Api Indonesia (KAI), Andre bersama legislator lain kompak menolak impor kereta bekas dari Jepang. Dia meminta PT KCI menggunakan produk PT Industri Kereta API (Inka) dengan tujuan mendukung pengembangan produk anak bangsa.

Warganet pun geram dengan argumen Andre. Pasalnya, banyak anker atau anak kereta yang selalu berdesak-desakan ketika naik KRL Commuter Line, khususnya jam sibuk (peak hour). Warganet pun beberapa kali me-mention akun Andre untuk menjajal menggunakan KRL dan mengalami keadaan sebenarnya rangkaian KRL pada jam sibuk.

 

Dengan begitu, anggota dewan bisa menjawab permintaan PT KCI tentang impor kereta bekas dari Jepang. Andre pun mengunggah momen keberangkatannya menggunakan KRL dari rumahnya menuju Stasiun Rawa Buntu, Kota Tangerang Selatan, Provinsi Banten untuk kemudian berhenti di Stasiun Palmerah, Jakarta Pusat.

Adapun lokasi Stasiun Palmerah berada di seberang gedung DPR, tempat Andre berkantor. Anggota Fraksi Gerindra DPR tersebut mengeklaim, aksinya tersebut untuk memenuhi kewajiban sebagai anggota DPR dalam menjalankan fungsi pengawasan di lapangan guna memastikan kondisi sebenarnya.

"Pagi ini tanggal 10 April, jam 6 kurang 8 menit, kita akan berangkat ke Stasiun Rawa Buntu di Serpong untuk naik KRL menuju Stasiun Palmerah supaya dekat dengan kantor DPR untuk menjawab masukan netizen," kata Andre dalam video yang diunggahnya.

Ketua DPD Gerindra Sumatra Barat tersebut juga memeriksa kondisi lapangan sebagai modal sebelum rapat dengan Menteri BUMN Erick Thohir ataupun Wakil Menteri BUMN II untuk membahas perkembangan KRL Commuter Line. Awalnya, kondisi KRL yang ditumpangi Andre belum terlalu penuh, namun kemudian dalam perjalanan kereta terlihat penuh.

Dia yang mengenakan baju batik cokelat dan topi hitam terlihat berdiri dan berdesakan bersama penumpang lainnya. Setibanya di Stasiun Palmerah, Andre mengantri panjang untuk tap keluar stasiun sebelum berjalan menuju Gedung DPR yang hanya berjarak beberapa meter dari Stasiun Palmerah.

Warganet kemudian membanjiri kolom komentar politikus tersebut. Ada yang memujinya dan ada pula yang memberi tantangan lain untuk mencoba rute transit yang menjadi sumber keganasan KRL.

"Langkah baik, Pak. Mohon lakukan sekali lagi di jam pulang kantor, ajak anggota DPR perempuan kemarin yang sibuk nanyain soal chaos itu. Let her swim in the chaos," kata warganet di akun @lyndaibrahim.

"Hehe ini mah baru satu line doang, Pak. Coba yang linta line pake transit, semisal dari Bogor ke Palmerah deh. Transit Manggarai dan transit Tanah Abang," kata komentar oleh akun @dikondisiken.

"Semoga kolega Bapak yang lain juga bisa nyoba pak. Kalo berangkat orang masih beda-beda berangkat, pulang kandang barengan ja, 5, bisa lebih lagi pak." kata komentar lain oleh akun @aryakaitokid.

"Alhamdulilah, selanjutnya coba Manggarai Pak," kata komentar lain.

"Layak diapresiasi nih, beneran turun lapangan, semoga bisa kasih solusi yang lebih nyata ya Pak," kata komentar lain.

"Nah sudah merasakan bagaimana pengap dan desak-desakannya kan ya Pak? Tolong bantu suarakan para pengguna KRL untuk menambah unit ya pak," kata akun @commoner2202.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement