Selasa 21 Mar 2023 12:09 WIB

Biden Keluarkan Veto Pertama Kali

Veto pertama Biden menandakan pergeseran hubungan Gedung Putih dan Kongres

Rep: Dwina Agustin/ Red: Esthi Maharani
Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden mengeluarkan veto pertama kepresidenannya pada Senin (20/3/2023). Tindakan ini merupakan tanda awal pergeseran hubungan Gedung Putih dengan Kongres sejak Partai Republik mengambil kendali House of Representatives pada Januari.
Foto: EPA-EFE/Yuri Gripas/ABACA / POOL
Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden mengeluarkan veto pertama kepresidenannya pada Senin (20/3/2023). Tindakan ini merupakan tanda awal pergeseran hubungan Gedung Putih dengan Kongres sejak Partai Republik mengambil kendali House of Representatives pada Januari.

REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON -- Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden mengeluarkan veto pertama kepresidenannya pada Senin (20/3/2023). Tindakan ini merupakan tanda awal pergeseran hubungan Gedung Putih dengan Kongres sejak Partai Republik mengambil kendali House of Representatives pada Januari.

Biden berusaha menghentikan tindakan yang ditulis Partai Republik yang akan melarang pemerintah mempertimbangkan dampak lingkungan atau potensi tuntutan hukum. Aturan ini diajukan saat membuat keputusan investasi untuk rencana pensiun.

Dalam sebuah video yang dirilis Gedung Putih, Biden mengatakan, dia memveto tindakan tersebut. "Membahayakan tabungan pensiun individu di seluruh negeri," ujar Biden.

Tindakan yang diveto Biden akan secara efektif memulihkan larangan era Donald Trump terhadap manajer federal atas rencana pensiun. Aturan itu kini kembali mempertimbangkan faktor-faktor seperti perubahan iklim, dampak sosial, atau tuntutan hukum yang tertunda saat membuat pilihan investasi.

Veto juga dapat membantu meredakan kemarahan dari para pecinta lingkungan yang kecewa dengan pemerintahan Biden atas keputusannya baru-baru ini. Pemerintah memberi lampu hijau pada proyek minyak Willow, sebuah proyek pengeboran besar dan kontroversial di Alaska.

"Presiden memveto RUU itu karena membahayakan tabungan hidup yang diperoleh dengan susah payah dari polisi, petugas pemadam kebakaran, guru, dan pekerja lainnya," kata juru bicara Gedung Putih Robyn Patterson.

Tapi para kritikus mengatakan,investasi lingkungan, sosial, dan tata kelola mengalokasikan uang berdasarkan agenda politik, seperti dorongan melawan perubahan iklim, daripada mendapatkan keuntungan terbaik bagi para penabung. Partai Republik di Kongres yang mendorong tindakan tersebut mengatakan, pertimbangan lingkungan atau sosial dalam investasi oleh pemerintah hanyalah contoh lain dari menghidupkan kembali.

“Dalam veto pertamanya, Biden hanya memihak membangunkan Wall Street atas pekerja. Memberitahumu dengan tepat di mana letak prioritasnya,” ujar Ketua House Kevin McCarthy menyatakan di Twitter pada Senin.

"Jelas Biden ingin Wall Street menggunakan tabungan pensiun Anda untuk mendanai tujuan politik sayap kirinya," kata Republikan itu.

Veto Biden kemungkinan besar akan menang. Hanya tiga Demokrat di Kongres dengan satu di House dan dua di Senat  mendukung Partai Republik dalam masalah ini. Kondisi itu tidak mungkin dua pertiga mayoritas di kedua kamar dapat dikumpulkan untuk mengatasi veto Biden.

sumber : AP
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement