Selasa 14 Mar 2023 20:05 WIB

Buah dan Sayur Warna Ungu, Merah, dan Biru Bisa Kurangi Risiko Diabetes

Sayur dan buah berwarna ungu, merah, dan biru mengandung antosianin.

Rep: Gumanti Awaliyah/ Red: Reiny Dwinanda
Ubi ungu kaya akan antosianin terasilasi. Antosianin menawarkan sifat probiotik dan mengurangi risiko diabetes secara lebih efisien dibandingkan dengan antosianin yang tidak terasilasi.
Foto: flickr
Ubi ungu kaya akan antosianin terasilasi. Antosianin menawarkan sifat probiotik dan mengurangi risiko diabetes secara lebih efisien dibandingkan dengan antosianin yang tidak terasilasi.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Diabetes terjadi karena insulin, hormon yang membantu mengatur kadar gula darah, tidak bekerja dengan efektif. Jika kadar glukosa darah melonjak, itu bisa menyebabkan serangkaian penyakit kronis dan komplikasi.

Kabar baiknya, studi baru menunjukkan bahwa beberapa buah dan sayuran dapat membantu mencegah diabetes. Para peneliti dari University of Turku Finlandia menemukan bahwa buah-buahan, sayuran dan umbi-umbian berwarna ungu, merah, dan biru dapat mengurangi risiko kondisi gula darah dengan cara memengaruhi metabolisme energi, mikrobiota usus, dan peradangan.

Semuanya bermuara pada senyawa antosianin, yakni sekelompok antioksidan yang bertanggung jawab atas warna-warna pekat pada makanan. Studi baru ini membandingkan hasil penelitian sebelumnya, dengan memerhatikan bahwa efek menguntungkan dari antosianin pada diabetes tipe 2 meningkat jika antosianin diasilasi.

Dalam hal makanan, sejumlah besar antosianin terasilasi dapat ditemukan pada ubi ungu, ubi jalar ungu, lobak, wortel ungu, dan kubis merah. Di sisi lain, buah seperti bilberry dan murbei sebagian besar mengandung antosianin yang tidak terasilasi.

Antosianin terasilasi tidak diserap dengan baik dalam pencernaan. Akan tetapi, antosianin menawarkan sifat probiotik dan mengurangi risiko diabetes secara lebih efisien dibandingkan dengan antosianin yang tidak terasilasi.

"Penelitian telah menunjukkan bahwa selain mengubah sifat fisik dan kimia, asilasi memengaruhi bagaimana antosianin diserap dan dimetabolisme," kata peneliti postdoctoral di Food Science Unit University of Turku, Kang Chen, seperti dilansir dari Express, Selasa (14/3/2023).

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement