Rabu 22 Feb 2023 08:59 WIB

Transjakarta Apresiasi Petugas dan Penumpang Hadapi Pelaku Pelecehan Seksual

Transjakarta apresiasi petugas dan penumpang dalam mengatasi pelaku pelecehan seksual

Rep: Ali Mansur/ Red: Bilal Ramadhan
Terduga pelaku pelecehan seksual kepada H di bus Transjakarta rute Monas-Pulogadung, Jakarta pada Senin (20/2/2023).  Transjakarta apresiasi petugas dan penumpang dalam mengatasi pelaku pelecehan seksual
Foto: @everflawless
Terduga pelaku pelecehan seksual kepada H di bus Transjakarta rute Monas-Pulogadung, Jakarta pada Senin (20/2/2023). Transjakarta apresiasi petugas dan penumpang dalam mengatasi pelaku pelecehan seksual

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) mengapresiasi gerak cepat dari petugas dan pelanggan atau penumpang terkait adanya tindakan pelecehan seksual. Menyusul video terduga pelaku pelecehan seksual terhadap seorang pelanggan wanita saat menaiki rute Harmoni-Pulogadung, pada Senin (20/2) sekitar pukul 19.45 WIB. 

Kepala Divisi Sekretaris Perusahaan Transjakarta, Apriastini Bakti Bugiansri mmenjelaskn saat bus melaju ke arah Pulogadung, tiba-tiba seorang pelanggan wanita terlihat menarik-narik baju pelanggan pria. Praktis peristiwa menyita perhatian dari petugas Transjakarta dan langsung menghampiri korban dan terduga pelaku. 

Baca Juga

“Melihat itu, petugas Pramusapa kami langsung dengan sigap merespons dan menghampiri. Ternyata diketahui adanya dugaan pelecehan,” ujar Apri dalam keterangannya, Selasa (21/2). 

Lanjut Apri, tidak hanya Pramusapa, petugas cleaning service (CS) yang sedang bertugas dan dua orang pelanggan lainya juga ikut membantu. Mereka berupaya mengamankan terduga pelaku dengan mengejar pelaku, Namun, pelaku memberontak dan nekat loncat melalui ralling halte sehingga terjatuh dan barang-barang pribadinya tertinggal. 

Adapun beberapa barang pribadi yang jatuh dan tertinggal adalah kartu akses TransJakarta. Satu paket kunci-kunci, kartu Flazz berisi saldo Rp 31.500 dan uang tunai Rp 65 ribu. Seluruh barang bukti telah diamankan oleh petugas pramusapa yang untuk diserahkan kepada pihak kepolisian sebagai barang bukti proses hukum selanjutnya. 

“Kami juga mengapresiasi terduga korban yang sudah berani melapor baik ke petugas kami maupun ke pihak yang berwajib, semoga pihak korban mau melaporkan kasus tersebut kepada pihak berwajib,” jelas Apri.

Sementara itu, pihak kepolisian telah menangkap pelaku pelecehan seksual yang terjadi di bus Transjakarta rute Monas-Pulogadung. Diketahui pelaku merupakan pekerja harian lepas di Tambora, Jakarta Barat, bernama Mufarok (56 tahun). Pelaku diduga menggunakan kartu akses milik anggota Polri yang dicurinya untuk menaiki bus Transjakarta.

"Pelaku sudah diamankan," ujar Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Polisi Trunoyudo Wisnu Andiko.

Lanjut Trunoyudo, saat ini yang bersangkutan masih diperiksa secara intensif oleh penyidik. Pelaku terekam kamera saat berupaya melarikan diri ketika hendak diamankan oleh sejumlah orang di sebuah halte Transjakarta.

Dalam video singkat yang beredar di media sosial tersebut dinarasikan ada seorang pria yang melakukan pelecehan seksual di bus Transjakarta rute Monas-Pulogadung. "Akan dilakukan pendalaman," ucap Trunoyudo.

Selain itu Trunoyudo juga menegaskan bahwa pelaku Mufarok bukan anggota Polri. Hal ini disampaikannya untuk menanggapi bahwa elaku memakai kartu Jaklingko milik seorang anggota Polri bernama Adi Sutanto.

Disebutnya, pelaku pelecehan seksual bernama Mufarok itu mengambil secara diam-diam mengambil kartu akses tersebut dari pos polisi di kawasan Tambora, Jakarta Barat.

"Untuk identitas betul milik AS tetapi, identitas ini diambil oleh seseorang yang diduga sebagai pelaku pada saat di meja anggota polri atas nama AS. Pelaku bukan anggota Polri," tegas Trunoyudo.

Dapat mengunjungi Baitullah merupakan sebuah kebahagiaan bagi setiap Umat Muslim. Dalam satu tahun terakhir, berapa kali Sobat Republika melaksanakan Umroh?

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement