Jumat 10 Feb 2023 16:33 WIB

Kontroversi Gitasav, Wapres: Tidak Ada Itu Konsep Childfree

Wapres Maruf Amin komentari kontroversi Gitasav dengan sebut tak ada konsep childfree

Rep: Fauziah Mursid/ Red: Bilal Ramadhan
Wakil Presiden Maruf Amin. Wapres Maruf Amin ikut mengomentari kontroversi Gitasav dengan sebut tak ada konsep childfree dalam pernikahan.
Foto: ANTARA/Feny Selly
Wakil Presiden Maruf Amin. Wapres Maruf Amin ikut mengomentari kontroversi Gitasav dengan sebut tak ada konsep childfree dalam pernikahan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Wakil Presiden Ma'ruf Amin merespon fenomena keputusan untuk tidak mempunyai anak (childfree) usai viralnya influencer sekaligus Youtuber Gita Savitri Devi (Gitasav). Kiai Ma'ruf menegaskan konsep childfree tidak ada.

"Tentu apa namanya itu (childfree) ya, jadi itu tidak ada," ujar Ma'ruf dalam keterangan persnya di sela kunjungan kerja ke Lombok Tengah, NTB, Jumat (10/2/2023).

Baca Juga

Ma'ruf menegaskan, istilah childfree juga tidak dikenal dalam penanggulangan stunting untuk mencegah anak stunting. "Dalam program penanggulangan stunting tidak ada program dengan itu (tidak punya anak) ya," katanya.

Sebab, kata Ma'ruf, adanya pernikahan berfungsi untuk keberlanjutan manusia dengan adanya keturunan. “Jadi pernikahan itu kan memang dimaksudkan untuk mengembangbiakan manusia, melalui perkawinan untuk supaya manusia berkembang dan terus bisa mengelola bumi ini sampai ke batas waktu terakhirnya sampai kiamat,” katanya.

Karenanya, konsep childfree itu tidak sesuai dengan tujuan pernikahan untuk manusia berkembang biak. “Nah, kalau nanti dia tidak punya anak, lantas dunia ini siapa yang melanjutkan, jadi nggak ada. Nggak ada yang jadi wartawan, nggak ada, karena nggak ada keturunan,” kata Ma’ruf sambil tertawa.

Karena itu, dia menegaskan keturunan bagian dari fungsi pernikahan. Meskipun, Ma’ruf tidak menampik ada pasangan yang menunda memiliki anak, menurutnya hal itu tidak masalah.

"Menunda mungkin, walau menunda satu tahun, dua tahun itu tidak ada masalah namanya mengatur perkawinannya supaya tidak langsung punya anak dia menunda dua tahun. Nanti siap-siap begitu kemudian (baru punya anak) itu tidak masalah,” katanya.

Dapat mengunjungi Baitullah merupakan sebuah kebahagiaan bagi setiap Umat Muslim. Dalam satu tahun terakhir, berapa kali Sobat Republika melaksanakan Umroh?

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement