Rabu 08 Feb 2023 13:25 WIB

Putra Mahkota Keraton Kasunanan Serahkan Grand Design Revitalisasi ke Pemkot Solo

Proses revitalisasi nanti juga melibatkan Balai Pelestarian Cagar Budaya Jawa Tengah.

Rep: Muhammad Noor Alfian Choir/ Red: Fernan Rahadi
  Salah satu bangunan di Keraton Solo, Panggung Songgo Buwono, Selasa (7/2/2023).
Foto: Muhammad Noor Alfian
Salah satu bangunan di Keraton Solo, Panggung Songgo Buwono, Selasa (7/2/2023).

REPUBLIKA.CO.ID, SOLO -- Usai Wali Kota Solo Gibran Rakabuming melakukan pertemuan dengan kementerian PUPR di Puro Mangkunegaran, Selasa (7/2/2023) kemarin, hari ini giliran Putra Mahkota KGPAA Sudibyo Raya Putra Nalendra atau Gusti Purboyo menyerahkan grand design ke Pemerintah Kota Solo untuk revitalisasi sesuai restu dari Raja Keraton Kasunanan Sinuhun.

Pertemuan yang terjadi antara putra mahkota dengan Pemkot Solo, Rabu (8/2/2023) pagi tersebut berlangsung kurang lebih selama satu jam. Kendati demikian ketika ditemui usai pertemuan, Putra Mahkota enggan berkomentar soal kunjungannya tersebut.

Selain itu, pihak Pemkot Solo menyebut bahwa setelah ini akan melakukan pertemuan kembali dengan Kementerian PUPR untuk membahas rencana revitalisasi yang akan mulai dilangsungkan tahun ini.

"(Pengerjaan) Sementara ini baru diambilkan mau diambilkan gambar sama Gusti. Ini perintah langsung dari Sinuhun. (Desain yang) dulu tetap dipakai tetap jadi acuan, ini perintah dari Sinuhun. Ini rapat lagi dengan PUPR, sama desainnya kan tidak bisa diubah," kata Gibran ketika ditemui di balaikota Solo, Rabu (8/2/2023).

Disinggung soal besaran yang didapatkan dari PUPR, Gibran enggan membeberkannya. Namun, ia menegaskan bahwa dirinya berkomitmen untuk segera melakukan revitalisasi. 

"Bertahap, yang penting anggaran sudah ada. Sudah dapat ini (desain) bisa langsung gerak. (Terkait dana) PUPR, halah, nominal tidak usah disebut, yang penting ini digarap. (Ditargetkan) Tahun ini, anggaran tahun ini," katanya.

Dalam proses revitalisasi Keraton Solo tersebut, Gibran menyebut juga melibatkan Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jawa Tengah. Kendati demikian, ia juga mengatakan gambar yang diserahkan Purboyo tersebut berisi bangunan prioritas mana dulu yang harus dimulai pengerjaannya. "Ada kajian semuanya. (BPCB) Iya harus, ada kajian juga dari PUPR juga. Kalau ini Sinuhun mana mana dulu yang prioritas. (Melibatkan ahli) Iya, sudah ada kajianya sudah masuk kemarin," katanya.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement