Ahad 29 Jan 2023 19:58 WIB

Digital Creative Center dan Universitas BSI Siapkan Talenta Digital Lewat 'BSI Digination'

BSI Digination kali ini mengangkat tema 'Opportunities in Creative Industry'.

Digital Creative Center (DCC) atau Lab Alfa-1 mengajak Universitas BSI (Bina Sarana Informatika) sebagai Kampus Digital Kreatif menggelar BSI Digination.
Foto: Dok. Universitas BSI
Digital Creative Center (DCC) atau Lab Alfa-1 mengajak Universitas BSI (Bina Sarana Informatika) sebagai Kampus Digital Kreatif menggelar BSI Digination.

REPUBLIKA.CO.ID, PURWOREJO -- Broadcasting merupakan salah satu bidang profesi yang memiliki peluang karier besar. Hal tersebut didukung dengan semakin berkembangnya dunia pertelevisian saat ini. 

Melihat peluang tersebut, Digital Creative Center (DCC) atau Lab Alfa-1 mengajak Universitas BSI (Bina Sarana Informatika) sebagai Kampus Digital Kreatif menggelar BSI Digination. Mengangkat tema 'Oppurtinities in Creative Industry', kegiatan BSI Digination ini terdiri dari workshop dan kunjungan industri, yang dilaksanakan di Gedung DCC Purworejo, pada Jumat (13/1/2023. 

Baca Juga

Acara ini turut mengajak siswa/i SMK Pembaharuan Purworejo, dengan menghadirkan narasumber Ibnu Alfarobi selaku CEO Digital Creative Center, dan M Tsabit selaku Head of BSI TV & Radio. Ibnu Alfarobi menjelaskan, sebagai perusahaan startup, DCC berkomitmen untuk menciptakan talenta digital di Indonesia, dengan cara menggelar BSI Digination dan menggaet Universitas BSI. 

“Salah satu peluang karier yang saat ini mendominasi adalah dunia broadcasting. Untuk menjadi seorang broadcaster, dimulai dengan membuat konten contohnya podcast yang saat ini digemari oleh masyarakat. Membuat sebuha podcast tidak harus menggunakan alat-alat yang canggih, cukup dengan alat seadanya, kita sudah bisa menjadi seorang content creator ataupun broadcaster,” ujar Ibnu dalam keterangan rilis, dikutip Ahad (29/1/2023). 

Senada dengan hal itu, M Tsabit mengatakan bahwa dalam membuat sebuah konten podcast juga memerlukan riset terlebih dahulu. Menurutnya, content creator harus pahami dulu pasar jenis konten apa yang saat ini disukai oleh penonton. 

“Karena yang paling sulit dihadapi oleh content creator adalah menentukan ide konten. Banyak content creator seringkali merasa buntu dalam mencari ide, apalagi jika konten tersebut dikejar oleh deadline. Lalu bagaimana car akita mendapatkan ide? Kita bisa memanfaatkan google trends, sosial media, hingga komentar netizen,” ungkap Tsabit.

Sementara itu, Titi selaku guru pendamping dari SMK Pembaharuan Purworejo mengatakan sangat senang, sekolahnya bisa mengikuti kegiatan BSI Digination ini. Menurutnya, kegiatan ini sangat bermanfaat bagi siswa/i untuk mengenal dunia broadcasting hingga menjadi seorang content creator. 

“Alhamdulilah, setelah workshop BSI Digination siswa/i di SMK Pembaharuan Purworejo memiliki gambaran membuat sebuah konten dengan lebih kreatif, dan mereka mulai memahami tentang target market yang akan mereka sasar dlm membuat ide konten, dan tentunya merubah stigma bahwa membuat sebuah konten kreatif tidak selalu membutuhkan biaya besar,” tandasnya. 

Dapat mengunjungi Baitullah merupakan sebuah kebahagiaan bagi setiap Umat Muslim. Dalam satu tahun terakhir, berapa kali Sobat Republika melaksanakan Umroh?

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement