Sabtu 21 Jan 2023 06:12 WIB

PBB Sepakat Usung Yusril Ihza Mahendra Jadi Capres Atau Cawapres 2024

Sekjen PBB sedang komunikasi dengan Hasto terkait peluang koalisi bersama PDIP.

Rep: Antara/ Red: Erik Purnama Putra
Ketua Umum DPP Partai Bulan Bintang (PBB), Yusril Ihza Mahendro.
Foto: ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay
Ketua Umum DPP Partai Bulan Bintang (PBB), Yusril Ihza Mahendro.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Wakil Ketua Umum (Waketum) DPP Partai Bulan Bintang (PBB), Dwianto Ananias mangatakan, partainya bersepakat akan mengusung Ketua Umum PBB Yusril Ihza Mahendra untuk maju sebagai calon presiden atau wakil presiden (capres/cawapres) pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024.

Hal tersebut, kata dia, sebagaimana keinginan dari para kader PBB saat Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) dan Musyawarah Dewan Partai PBB pada Rabu (11/1/2023), yang disebutnya segera dilakukan pembahasan dan ditindaklanjuti oleh DPP PBB dalam rapat harian.

"Jadi saat rakornas kemarin itu semua yang hadir menginginkan Pak Yusril dicalonkan Partai Bulan Bintang sebagai capres ataupun cawapres. Jadi Partai Bulan Bintang sepakat dalam satu komando mencalonkan Pak Yusril maju capres-cawapres," kata Dwianto di Jakarta, Jumat (20/1/2023).

Meski begitu, kata Dwianto, untuk dapat mengusung capres ataupun cawapres, PBB harus mencari kendaraan dengan berkoalisi. Langkah untuk dapat memenuhi persyaratan ambang batas 20 persen.

 

"Soal koalisi, itulah komunikasi politik yang sedang dibangun itu ke mana nanti, karena kami kan enggak bisa calonkan sendiri, jadi perlu koalisi," ujarnya.

Dwianto menyebut, saat ini Sekretaris Jenderal (Sekjen) PBB Afriansyah Noor sedang menjajaki komunikasi dengan Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto untuk membahas kemungkinan koalisi. "Itu komunikasi politik kan dibangun, dengan sesama Sekjen, Mas Hasto sama Sekjen kita (Afriansyah)," ujarnya.

Terkait hasilnya, Dwianto mengatakan, PBB masih akan menunggu keputusan dari Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri. "Ya mudah-mudahan ini semua kan bagaimana Ibu Mega, kita tunggu nanti respons dari PDIP, tapi komunikasi sudah dibangun dari sekarang," ujarnya lagi.

Di luar PDIP, Dwianto menegaskan, PBB belum menjalin komunikasi dengan partai politik (parpo) lain terkait kemungkinan koalisi. "Kami belum ada komunikasi dengan yang lain," katanya.

Ia menyinggung pula dukungan yang diberikan Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat acara Rakornas PBB apabila Yusril maju sebagai capres atau cawapres pada Pilpres 2024 sebagai modalitas kuat bagi partainya. "Sinyal dari Presiden itu saya kira sinyal yang bagus juga, karena Presiden melihat kualitas dan kemampuan Pak Yusril," katanya.

Yuk koleksi buku bacaan berkualitas dari buku Republika ...
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement