Jumat 06 Jan 2023 03:19 WIB

Refleksi Akhir Tahun Kepemimpinan Jokowi Periode Kedua

Di fase akhir, sebuah tantangan baru untuk Presiden Jokowi agar landing sempurna.

 Presiden Joko Widodo (Jokowi). Di fase akhir masa jabatannya, sebuah tantangan baru untuk Presiden Jokowi agar landing sempurna.
Foto: tangkapan layar
Presiden Joko Widodo (Jokowi). Di fase akhir masa jabatannya, sebuah tantangan baru untuk Presiden Jokowi agar landing sempurna.

Oleh : Amir Faisal, Founder Perfekto untuk Indonesia

REPUBLIKA.CO.ID,

Presiden Jokowi telah memimpin Indonesia pada periode kedua selama 3 tahun 2 bulan, sejumlah pencapaian besar telah ditorehkan Jokowi, di antaranya adalah mengendalikan pandemi Covid-19, menjaga pertumbuhan ekonomi, melakukan pemerataan pembangunan di seluruh wilayah Indonesia, menunjukkan eksistensi Indonesia di dunia internasional dan memulai pembangunan ibu kota negara yang baru.

Pada awal Jokowi menjabat di periode kedua ini, di 2020 Jokowi dihadapi persoalan besar, yakni pandemi Covid-19 yang memporak-porandakan sistem dunia, baik sisi sosial, kesehatan dan juga ekonomi, ditambah lagi dengan dampak dari perang dagang global. Namun, Jokowi mampu menunjukkan kelasnya sebagai seorang pemimpin yang siap menjawab tantangan zaman, ia langsung mengambil langkah-langkah strategis dalam penanganan Covid-19 di Indonesia.

Persoalan pandemi ini tentu tidak mudah, ada dua hal yang harus diselamatkan, nyawa masyarakat dan juga ekonomi masyarakat. Kebijakan yang tidak tepat bisa berakibat fatal, dan bisa mengorbankan salah satunya atau mengorbankan keduanya.

Kematangan Jokowi sebagai seorang pemimpin terlihat pada momen ini, ia mampu mengambil keputusan yang cukup baik, menyelamatkan Indonesia dari penyebaran virus Covid-19, membuat sistem yang baik untuk menangani pasien Covid-19, dan tetap menjaga perekonomian masyarakat agar tetap stabil.

Keberhasilan Indonesia menurunkan angka positif Covid-19 menjadi bukti kerja keras Jokowi dalam melindungi masyarakat. Ia juga berhasil mengakselerasi percepatan vaksinasi sehingga menciptakan kekebalan komunal, bahkan cakupan vaksinasi Indonesia masuk peringkat lima besar dunia.

Secara ekonomi, Jokowi juga berhasil menjaga pertumbuhan positif di 5,44 persen pada kuartal II tahun 2022. Hal ini menunjukkan secara fundamental ekonomi Indonesia tetap baik di tengah perekonomian dunia yang sedang tidak menentu.

Selain itu, tingkat inflasi masih terkendali di angka 4,9 persen, masih cukup baik dibanding dengan rata-rata inflasi ASEAN yang berada di sekitar tujuh persen atau rata-rata inflasi negara maju yang mencapai 9 persen. Pemerataan pembangunan yang telah dicanangkan Jokowi sejak periode pertama juga tetap dilanjutkannya, walaupun dalam keadaan pandemi Covid-19 dan gejolak ekonomi global. Hal ini menjadi penting untuk mempercepat kemajuan Indonesia melalui pembangunan infrastruktur dan juga berpengaruh terhadap pertumbuhan ekonomi serta menjaga lapangan pekerjaan bagi masyarakat.

Komitmen Jokowi untuk mewujudkan keadilan terlihat dari konsep Indonesia sentris yang tidak sekedar hanya wacana, namun terealisasi dengan hadirnya tol-tol laut dan darat yang baru, bendungan, BTS dan infrastruktur lainnya. Kebijakan Jokowi membangun Indonesia sentris sudah sangat tepat, pembangunan tidak lagi hanya fokus di Jawa, melainkan juga ke seluruh wilayah Indonesia dari ujung barat hingga ujung timur.

Keberhasilan Jokowi di periode kedua ini, juga ditunjukkan dengan eksistensi Indonesia di kancah internasional. Indonesia ikut terlibat untuk meredam situasi saat meletusnya perang Rusia dan Ukraina. Jokowi menjadi pemimpin di Asia pertama yang bisa melakukan kunjungan ke dua tempat dalam satu rangkaian kunjungan ke Ukraina dan Rusia di saat perang.

Meskipun belum ada titik damai antara Rusia dan Ukraina, namun Jokowi telah berhasil melakukan diplomasi awal yang menjadi indikator keberhasilan awal diplomasi ini. Dan keberanian Jokowi hadir di dua negara yang sedang berperang menunjukkan pamor dan wibawa Indonesia di mata dunia.

Jokowi juga berhasil menunjukkan eksistensi Indonesia di kancah global saat menggelar G20 di Bali, tidak mudah menggelar G20 di saat perang masih berkecamuk di Ukraina, apalagi menyatukan negara G20 yang berbeda-beda kepentingan untuk hadir dalam sebuah forum, namun diplomasi Jokowi berhasil menyelenggarakan acara ini dengan sukses dan mendapat apresiasi dunia.

Saat ini pemerintahan Jokowi sudah di fase akhir, sebuah tantangan baru untuk Presiden Jokowi agar bisa landing dengan sempurna di akhir masa jabatannya, dan juga akan menjadi tantangan bagi pemimpin selanjutnya untuk melanjutkan pembangunan dan kemajuan Indonesia yang telah dilakukan Jokowi.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement