Jumat 06 Jan 2023 05:53 WIB

Masjid-Masjid Megah Jangan Sampai Hanya Jadi Monumen

Jangan sampai masjid megah berdiri, namun minim jamaahnya.

Masjid jangan hanya mewah, tapi harus menjadi pusat peradaban. Foto ilustrasi Masjid At-Thohir.
Foto: Republika/Muhammad Nursyamsi
Masjid jangan hanya mewah, tapi harus menjadi pusat peradaban. Foto ilustrasi Masjid At-Thohir.

Oleh : Ani Nursalikah, Jurnalis Republika.co.id

REPUBLIKA.CO.ID, Memiliki masjid yang berdiri megah dan gagah adalah suatu kebanggaan tersendiri bagi umat Muslim. Masjid dalam Islam mempunyai peran sebagai pusat peradaban dan kegiatan, selain tempat ibadah.

Tahun ini Indonesia ketambahan beberapa masjid. Sebut saja Masjid At-Thohir di Depok, Jawa Barat, Masjid Raya Sheikh Zayed di Solo, Jawa Tengah, dan Masjid Al Jabbar, Bandung, Jawa Barat.

Masjid At-Thohir diambil dari nama almarhum ayahanda Menteri BUMN Erick Thohir, Mochamad Teddy Thohir. Masjid dibangun dengan desain klasik modern menyerupai arsitektur Timur Tengah. Presiden Joko Widodo (Jokowi)  meresmikan Masjid At-Thohir pada 9 Maret 2022.

Sedangkan Masjid Raya Sheikh Zayed, sesuai namanya,  memang replika dari Masjid Agung Sheikh Zayed di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab (UEA). Masjid Agung Sheikh Zayed terkenal sebagai salah satu masjid termegah di dunia. Peresmian dilakukan oleh Presiden Jokowi bersama Presiden UEA Mohammed bin Zayed Al Nahyan pada 14 November 2022.

 

Inilah simbol persahabatan, persaudaraan, dan kerja sama antarbangsa. Kementerian Agama menjadikan Masjid Raya Sheikh Zayed sebagai prototipe program prioritas MPMB (Masjid Pelopor Moderasi Beragama). Tujuannya merespons situasi-kondisi aktual kehidupan keagamaan dan kebangsaan saat ini, khususnya jelang tahun politik, pemilu 2024.

Menutup tahun, Gubernur Jawa Barat (Jabar) meresmikan Masjid Al Jabbar di Gedebage, Bandung pada 30 Desember 2022. Masjid Al Jabbar bisa menampung sekitar 50 ribu jamaah. Masjid ini menjadi landmark baru bagi Jabar selain Gedung Sate. Salah satu keistimewaannya adalah bangunan utama tanpa tiang tengah.

Masjid-masjid ini menjadi destinasi wisata religi baru favorit. Kenyamanan dan kemegahan arsitektur tentu membuat kita makin khusyuk dalam beribadah dan betah berlama-lama menghabiskan waktu di dalam masjid. \

Sejak zaman Nabi Muhammad SAW, masjid mempunyai beragam fungsi. Ada fungsi edukasi, wisata, dan sosial di sana. Misalnya, masjid yang dilengkapi dengan taman-taman yang indah dan museum.

Taman mengundang orang untuk berkumpul. Mereka bercengkrama, menimba ilmu, dan menghabiskan waktu di sekitar masjid. Di sinilah masjid memenuhi fungsi sosialnya. Ketika tiba waktunya sholat, jamaah kemudian berkumpul dan menunaikan sholat tepat waktu. Sungguh indah.

Masjid kini adalah juga pusat dakwah yang modern. Merujuk pada fungsi masjid dalam sejarah, Nabi Muhammad SAW melakukan ibadah dan pendidikan agama, konsultasi dan komunikasi masalah ekonomi dan kewirausahaan di masjid.

Di sisi lain, masjid jadi wadah penguatan moderasi beragama. Moderasi beragama penting di tengah kemajemukan yang dipunyai Indonesia. Menjadi logis karena masjid adalah tempat umat berkumpul. Dengan begitu materi moderasi beragama bisa disampaikan dengan efektif, misalnya melalui khutbah jumat, kajian, seminar, forum diskusi, atau majelis ta'lim.

Janganlah kita melupakan tugas utama umat Muslim, yakni memakmurkan masjid. Jangan sampai masjid megah berdiri, namun minim jamaahnya.

Dalam sebuah hadits disebutkan: “Akan datang suatu masa di mana banyak orang yang membangun masjid megah dan orang yang memakmurkannya sangat sedikit,” (HR Ibnu Khuzaimah).

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement