Selasa 27 Dec 2022 17:01 WIB

Jumlah Sekolah yang Kehilangan Buku Bertambah, Ini Kata Kadisdik

Setiap sekolah diminta menyimpan buku ditempat yang aman dan lapor ke polisi.

Rep: lilis sri handayani/ Red: Hiru Muhammad
Kepala Sekolah SDN 2 Cadangpinggan, Kecamatan Sukagumiwang, Kabupaten Indramayu, Neneng Juaningsih, menunjukkan contoh buku paket pelajaran yang hilang, Senin (26/12/2022). Ada sekitar 1.300 buku paket pelajaran di sekolah itu yang hilang digondol pencuri. (
Foto: lilis sri handayani
Kepala Sekolah SDN 2 Cadangpinggan, Kecamatan Sukagumiwang, Kabupaten Indramayu, Neneng Juaningsih, menunjukkan contoh buku paket pelajaran yang hilang, Senin (26/12/2022). Ada sekitar 1.300 buku paket pelajaran di sekolah itu yang hilang digondol pencuri. (

REPUBLIKA.CO.ID, INDRAMAYU – Jumlah sekolah dasar (SD) di Kabupaten Indramayu yang melaporkan kasus pencurian buku paket pelajaran, terus bertambah. Dinas terkait pun diminta untuk melakukan pendampingan terhadap sekolah yang menjadi korban pencurian tersebut.

Kabid Pembinaan SD Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Indramayu, Baman, menyebutkan, saat ini tercatat ada 26 SD yang melaporkan kasus pencurian buku pelajaran di sekolah mereka. Sebelumnya, ada 22 SD yang melaporkan kasus tersebut. ‘’Ya, (jumlah) sekolahnya bertambah lagi,’’ ujar Baman kepada Republika, Selasa (27/12).

Baca Juga

Peristiwa pencurian buku pelajaran itu terjadi dalam rentang waktu beberapa pekan terakhir.Baman menyebutkan, 26 SD yang menjadi korban pencurian buku pelajaran itu adalah SDN Kertawinangun 1 Kecamatan Kandanghaur, SDN 2 Curug Kecamatan kandanghaur, SDN 1 Amis Kecamatan Cikedung, SDN 1 Cidempet Kecamatan Arahan, SDN 3 Cidempet Kecamatan Arahan, SDN 4 Gabus Kulon Kecamatan Gabuswetan, SDN 2 Drunten Kulon Kecamatan Gabuswetan, SDN 1 Rancahan Kecamatan Gabuswetan, SDN 2 Drunten Wetan Kecamatan Gabuswetan, SDN 1 Sidamulya Kecamatan Bongas, SDN 1 Bongas Kecamatan Bongas, SDN 1 Plawangan Kecamatan Bongaa dan SDN 3 Cipaat Kecamatan Bongas.

Selain itu, SDN Cariu Kecamatan Gantar, SDN Kiarakurung Kecamatan Gantar, SDN Punduan Kecamatan Gantar, SDN 1 Tempel Kecamatan Lelea, SDN 2 Lelea Kecamatan Lelea, SDN 1 Mangunjaya Kecamatan Anjatan, SDN 3 Lempuyang Kecamatan Anjatan, SDN 1 Legok Kecamatan Lohbener, SDN 2 Larangan Kecamatan Lohbener, SDN Sindangkerta Kecamatan Lohbener, SDN 2 Langut Kecamatan Lohbener, SDN 1 Cipancuh Kecamatan Haurgeulis dan SDN 2 Candangpinggan Kecamatan Sukagumiwang.

 

Dihubungi terpisah, Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Indramayu, Iin Indrayati, mengungkapkan, menyikapi maraknya pencurian buku paket di sekolah-sekolah, dia sudah membuat edaran. ‘’Edaran itu kami tujukan kepada kepala sekolah, baik negeri maupun swasta, dan pengawas SD se-Kabupaten Indramayu,’’ terang Iin.

Dalam edaran tersebut, Iin meminta setiap sekolah untuk berhati-hati dan memastikan buku-buku pelajaran serta buku lainnya disimpan di tempat yang aman. Selain itu, buat jadwal piket guru dan pastikan piket dilaksanakan dengan baik. ‘’Jika terjadi pencurian buku, segera laporkan ke pihak berwajib (kepolisian), Dinas Pendidikan dan Kebudayaan melalui kabid Pembinaan SD,’’ kata Iin.

Sementara itu, Ketua Komisi II DPRD Indramayu, Anggi Noviah, saat dimintai tanggapannya, meminta Dinas Pendidikan dan Kebudayaan untuk memantau dan menelusuri kasus hilangnya buku sekolah. Pasalnya, kasus itu terjadi di banyak sekolah. ‘’Saya akan komunikasi dengan Dinas, harus ada pendampingan dari Dinas. Jadi SD mana yang kehilangan, biar Dinas yang laporan ke Polres,’’ kata Anggi. 

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement