Ahad 25 Dec 2022 16:37 WIB

Fadli Zon: Saya Sering ke Situs-Situs Sejarah Bersama Ridwan Saidi

Politisi Gerindra Fadli Zon akui sering ke situs-situs bersejarah dengan Ridwan Saidi

Rep: Eva Rianti/ Red: Bilal Ramadhan
Politisi Gerindra Fadli Zon saat diwawancarai wartawan di kawasan rumah duka budayawan Ridwan Saidi di Jalan Merak II Blok N3 Nomor 31, Bintaro Jaya 1, Jakarta Selatan, Ahad (25/12/2022). Politisi Gerindra Fadli Zon akui sering ke situs-situs bersejarah dengan Ridwan Saidi.
Foto: Republika/Eva Rianti
Politisi Gerindra Fadli Zon saat diwawancarai wartawan di kawasan rumah duka budayawan Ridwan Saidi di Jalan Merak II Blok N3 Nomor 31, Bintaro Jaya 1, Jakarta Selatan, Ahad (25/12/2022). Politisi Gerindra Fadli Zon akui sering ke situs-situs bersejarah dengan Ridwan Saidi.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Politisi Gerindra Fadli Zon mengungkapkan rasa duka sekaligus sayangnya kepada budayawan Ridwan Saidi yang meninggal dunia pada Ahad (25/12/2022) pagi. Fadli Zon mengingat-ingat kesan momen kebersamaannya dengan Ridwan Saidi selama sekitar tiga dasawarsa. 

"Saya banyak kenangan dengan beliau. Saya mengenal beliau lebih dari 30 tahun. Saya sering ke sini (rumah Almarhum Ridwan Saidi)," kata Fadli Zon saat ditemui di rumah duka Ridwan Saidi di Jalan Merak II Blok N3 Nomor 31, Bintaro Jaya 1, Jakarta Selatan, Ahad (25/12/2022). 

Baca Juga

Fadli Zon mengatakan, dirinya dan almarhum kerap kali menghabiskan waktu berjalan-jalan mengunjungi berbagai situs sejarah. Juga saling berdiskusi mengenai ragam isu politik hingga kebudayaan.

"Saya sering jalan sama beliau. Saya pernah ke situs-situs sejarah dengan beliau. Pernah ke situs Batujaya di Karawang," ujarnya mengenang. 

 

Selain sering berkunjung ke kediaman Ridwan Saidi, Fadli Zon juga mengungkapkan bahwa almarhum sering mengunjungi perpustakaannya. Beberapa buku yang dihasilkan oleh almarhum, menurut pengakuan Fadli telah didokumentasikan olehnya. 

"Buku-buku beliau banyak yang sudah saya ambil 15 tahun yang lalu dan saya integrasikan di Fadli Zon Library. Begitu juga dengan piringan hitam," ungkapnya. 

Fadli mengaku sangat kehilangan atas kepulangan Ridwan Saidi yang terkenal dengan panggilan 'Babe'-nya. Menurut penuturannya, ada banyak orang yang juga merasa kehilangan karena semasa hidupnya, almarhum aktif di berbagai organisasi. 

"Tentu merasa kehilangan tokoh besar yang mempunyai banyak sekali pengalaman hidup di berbagai dunia politik, budaya, sejarah, dan lain-lain. Babe terkenal banyak sekali sahabat dari kalangan aktivis dan organisatoris. Pemikiran-pemikirannya juga banyak sekali dibukukan, lebih dari 100 buku. Pemikirannya sering out of the box, menulis keroncong, novel, dan lain-lain. Jadi beliau itu seorang multitalenta, manusia multidimensi, saya kira jarang kita temui apalagi jadi banyak saksi peristiwa-peristiwa besar," ungkapnya. 

Fadli bercerita sempat membuat rekaman podcast bersama Ridwan Saidi, beberapa waktu yang lalu. Dia menyebut, pada momen tersebut, almarhum bercerita banyak hal mulai sejarah hingga permusikan klasik. 

"Terakhir merekam podcast di Youtube channel dua pekan yang lalu (Ridwan Saidi) masih segar. Beliau bercerita tentang sejarah dan lagu-lagu zaman dulu termasuk lagu keroncong dan Istanbul tahun 1910 atau 1920-an. Pengetahuan beliau luar biasa, jarang sekali orang mempunyai pengetahuan itu sekarang ini. Bang Ridwan lebih dibilang sebagai orang yang banyak tahu dan suka bergaul dengan anak-anak muda dengan berbagai macam kelompok dan diterima berbagai kalangan," tuturnya. 

Budayawan Betawi Ridwan Saidi dikabarkan meninggal dunia setelah menjalani perawatan medis di RSPI Bintaro, Tangerang Selatan karena sakit pada Ahad (25/12/2022) pukul 08.35 WIB. Almarhum akan dimakamkan selepas ashar di TPU Karet Bivak, Jakarta Pusat. 

Ridwan Saidi lahir pada 2 Juli 1942 adalah seorang budayawan Betawi, sejarawan, dan intelektual Islam. Ia juga merupakan mantan anggota DPR melalui Partai Persatuan Pembangunan (PPP) periode 1977-1987.

Ridwan tercatat sebagai lulusan Fakultas Ilmu Sosial (FIS) Universitas Indonesia. Ia pernah menjabat sebagai Ketua Umum Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) pada periode 1974-1976. Meninggalnya Riswan Saidi juga menjadi trending topik di media sosial Twitter. Kabar duka disampaikan politikus Fadli Zon melalui akun Twitternya, @fadlizon.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement