Jumat 16 Dec 2022 10:51 WIB

Dekatkan Anak dengan Masjid, JK: Jangan Usir Anak-Anak yang Ribut

Pengurus masjid yang terlalu bisa membuat generasi dini jauh dari masjid.

Rep: Fauziah Mursid/ Red: Indira Rezkisari
Ketua Umum Dewan Masjid Indonesia (DMI), Jusuf Kalla.
Foto: Republika/Alkhaledi kurnialam
Ketua Umum Dewan Masjid Indonesia (DMI), Jusuf Kalla.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ketua Umum Dewan Masjid Indonesia (DMI) Jusuf Kalla (JK) meminta masjid lebih ramah anak. JK pun meminta pengurus masjid tidak terlalu keras terhadap anak-anak.

Hal tersebut disampaikan JK agar anak-anak mau ke masjid untuk belajar sholat dan mengaji. "Sekarang ini, untuk pengurus masjid kalau anak ke masjid supaya dilayani dengan baik, karena di situlah dia mulai belajar agama, kalau pun agak ribut sedikit yah dipisah-pisahlah jangan diusir kayak saya dulu,” kata JK, saat hadir di acara peresmian perluasan pembangunan Masjid Raya Bukaka, Bone, yang dikutip pada Jumat (16/12/2022).

Baca Juga

JK khawatir apabila pengurus masjid terlalu keras terhadap anak, yang terjadi justru anak semakin jauh dari masjid. Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 ini pun menyampaikan pengalamannya saat diusir saat di masjid ketika masih kecil.

JK mengisahkan saat itu ia masih duduk di kelas 3 atau 4 SD dan sedang melaksanakan sholat Isya di Masjid Raya Bone JK saat itu bercanda dengan dengan temannya sesama anak-anak. Tidak lama kemudian marbot masjid datang menarik kuping JK dan menyeretnya keluar masjid.

"Ada pengalaman yang tidak pernah saya lupakan terkait masjid, saat kelas 3 dan kelas 4 SD mau sholat di masjid ini, namanya kita masih anak-anak jadi kita sedikit ribut. Lalu datang paddoja (marbut) jewer telinga saya dan suruh saya keluar bersama teman-teman," kata JK.

Selain itu, JK juga berpesan agar suara masjid tidak saling melampaui antara satu dengan yang lainnya. Apalagi jarak antara satu masid dengan masjid lainnya di Indonsia sangat berdekatan sehinga suaranya kadang bertabrakan dan menimbulkan polusi suara.

“Sebagai ketua Dewan Masjid saya menyampaikan bahwa speaker masjid jangan terlalu besar. Kita saling menghormati satu sama lain. Ini suara masjid jangan saling melampaui akhirnya kita dengar suara pengajian tapi tidak dipahami," katanya.

JK juga meminta agar pengurus masjid tidak memutar suara pengajian dini hari mengingat saat itu orang-orang sedang beristirahat. JK menceritakan pengalamannya ketika berkunjung dan mengingap di tanah kelahirannya, Bukaka. Menurut JK pengurus masjid jam 4 subuh sudah mengaktifkan speaker masjid dan mendatangkan suara dari segala penjuru.

“Saya waktu terakhir datang ke sini (Bukaka) jam 4 sudah dihantam kita dengan suara-suara padahal anak-anak mau pergi sekolah ada yang mau kerja. Ini padoja (marbot) dia piker lebih keras lebih bagus. Karena seluruh masjid melakukan hal yang sama akhirnya kita tidak tau apa itu yang kita dengar. Untuk itu pak Bupati tolong diatur, silakan mengaji tapi turunkan volumenya agar tidak saling melampaui biar lebih syahdu," pesan JK.

Dapat mengunjungi Baitullah merupakan sebuah kebahagiaan bagi setiap Umat Muslim. Dalam satu tahun terakhir, berapa kali Sobat Republika melaksanakan Umroh?

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement