Sabtu 03 Dec 2022 05:17 WIB

Bali Democracy Forum ke-15 Bakal Libatkan Kampus

BDF melibatkan elemen kampus yang terdiri dari akademisi, dosen, dan mahasiswa.

Rep: Fergi Nadira B/ Red: Esthi Maharani
Media gathering Kemenlu RI tentang penyelenggaraan Bali Democracy Forum (BDF) dan tentang konferensi pendidikan perempuan Afghanistan, Jumat (2/12/2022)
Foto: Republika/Fergi Nadira
Media gathering Kemenlu RI tentang penyelenggaraan Bali Democracy Forum (BDF) dan tentang konferensi pendidikan perempuan Afghanistan, Jumat (2/12/2022)

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA - 2022 menjadi tahun ke-15 Bali Democracy Forum (BDF) terlaksana. BDF kali ini dibuat menarik untuk pertama kalinya dengan melibatkan elemen kampus yang terdiri dari akademisi, dosen, dan mahasiswa.

"Pendekatan baru bagi BDF kali ini melibatkan tak hanya partisipan di luar diplomat negara, namun juga mahasiswa oleh kampus-kampus di Tanah Air sehingga mereka bisa ikut diskursus mengenai demokrasi oleh peserta," ujar Juru Bicara Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) RI Teuku Faizasyah dalam media gathering di Kemenlu RI, Jumat (2/12/2022).

Kampus yang bakal hadir diutamakan adalah kampus yang notabennya sebagai mitra Kemenlu. Mereka diutamakan menjadi peserta yang mengikuti secara luring di Bali dan kampus lain mengikuti kuliah umum.

Ia menambahkan bahwa melibatkan kampus-kampus di Indonesia dalam BDF merupakan nilai tambah yang akan lebih terbuka untuk kalangan muda sebagai pewaris demokrasi. "Beberapa kampus mitra kemenlu yang selama ini menjadi mitra kita dalam kegiatan sosialisasi isu-isu politik luar negeri ke berbagai kampus dan diutamakan mengikuti secara luring," katanya.  

 

Faizasyah mencatat hingga kini terdapat lima kampus yang mendaftarkan untuk terlibat dalam kuliah umum BDF. Sementara yang berencana mengikuti kegiatan secara langsung di Bali terdapat lima kampus.

Tema BDF ke-15 tahun ini  adalah "Democracy Institution Goals, Leadership and Solidarity," yang akan digelar dalam dua sesi pada 8 Desember mendatang. Kemenlu RI mengutamakan kehadiran secara fisik untuk menunjukkan kesiapan Bali, dan Indonesia dalam menyambut tamu-tamu negara.

Faizasyah menjelaskan bahwa BDF merupakan forum yang bertujuan mendorong agar demokrasi tumbuh dari dalam. Ini artinya demokrasi yang tumbuh tidak membeda-bedakan apakah suatu negara sudah menganut demokrasi maupun tidak, melainkan pendekatan inklusif dan memberi ruang bagi negara-negara yang bakal hadir.

"Sudah ada 57 negara, dan observer dari 74 negara dan organisasi internasional yang sudah mendaftarkan akan hadir," ujar Faizasyah.

"Kita berharap tentunya BDF betul-betul bisa mendengarkan berbagai perspektif dari berbagai kawasan," ujarnya menambahkan.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement