Senin 28 Nov 2022 19:03 WIB

Ini Profil KSAL Laksamana Yudo Margono, Calon Tunggal Panglima TNI

Yudo dilantik Presiden Jokowi jadi KSAL pada Mei 2020.

Rep: Flori Sidebang/ Red: Agus raharjo
Kepala Staf Angkatan Laut Laksamana TNI Yudo Margono melaksanakan upacara tabur bunga diatas Kapal KRI Semarang-594 di perairan Kepulauan Seribu, Jakarta, Kamis (10/11/2022). Upacara tabur bunga di laut tersebut untuk mengenang jasa-jasa pahlawan yang telah gugur dalam rangka memperingati Hari Pahlawan yang bertema Pahlawanku Teladanku. Republika/Putra M. Akbar
Foto: Republika
Kepala Staf Angkatan Laut Laksamana TNI Yudo Margono melaksanakan upacara tabur bunga diatas Kapal KRI Semarang-594 di perairan Kepulauan Seribu, Jakarta, Kamis (10/11/2022). Upacara tabur bunga di laut tersebut untuk mengenang jasa-jasa pahlawan yang telah gugur dalam rangka memperingati Hari Pahlawan yang bertema Pahlawanku Teladanku. Republika/Putra M. Akbar

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ketua DPR Puan Maharani telah menerima surat presiden (surpres) calon Panglima TNI pengganti Jenderal Andika Perkasa. Nama Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Yudo Margono diusulkan Presiden Joko Widodo untuk mengisi jabatan tersebut.

"Nama yang diusulkan oleh Presiden untuk menggantikan Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa adalah Laksamana TNI Yudo Margono Kepala Staf Angkatan Laut," ujar Puan di Gedung Nusantara III, Kompleks Parlemen, Jakarta, Senin (28/11/2022).

Baca Juga

Sebagai informasi, Yudo merupakan lulusan Akademi Angkatan Laut (AAL) pada 1988. Dia mengawali karier militernya dengan mengemban posisi sebagai Asisten Perwira Divisi (Aspadiv) Senjata Artileri Rudal di KRI Wilhelmus Zakaria Johannes-332.

Setelah itu, pria kelahiran Madiun, Jawa Timur, 26 November 1965 ini ditunjuk menjadi Kepala Departemen Operasi KRI Ki Hajar Dewantara-364 dan Perwira Pelaksana (Palaksa) KRI Fatahillah-361. Usai menjadi Palaksa, karir Yudo beranjak. Dia dipercaya menduduki posisi sebagai Komandan KRI Pandrong-801, Komandan KRI Sutanto-877, dan Komandan KRI Ahmad Yani-351.

 

Karir militer Yudo pun terus menanjak dengan menduduki beberapa jabatan strategis di lingkungan TNI AL. Diantaranya, yakni Panglima Komando Armada (Pangkoarmada) I 2018-2019 dan Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Pangkogabwilhan) I pada 2019-2020.

Saat menjabat sebagaj Pangkogabwilhan I, nama Yudo semakin dikenal oleh masyarakat. Sebab, saat itu, ia memantau langsung kapal-kapal nelayan China yang melakukan pelanggaran karena memasuki wilayah Natuna, Kepulauan Riau, pada 2020.

Tak sampai disitu, pada tahun yang sama, Yudo juga terlibat aktif dalam penanganan Covid-19 yang melanda Indonesia pada Maret 2020. Terutama dalam hal pemulangan warga negera Indonesia (WNI) ke Tanah Air. Saat itu, Yudo masih menyandang pangkat bintang tiga atau laksamana madya.

Yudo kemudian dilantik oleh Presiden Joko Widodo menjadi KSAL pada Mei 2020 hingga sekarang. Jabatannya yang baru itu pun membuat Yudo resmi menjadi pucuk pimpinan di tubuh TNI AL dengan pangkat bintang empat atau laksamana di pundaknya.

Yuk koleksi buku bacaan berkualitas dari buku Republika ...
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement