Sabtu 19 Nov 2022 11:45 WIB

Pertemuan Anies di Restoran Pagi Sore Juga Dihadiri Petinggi PAN

Selain petinggi Nasdem, Demokrat, dan PKS, ikut pula Ketua DPP PAN mendampingi Anies.

Rep: Erik PP/Nawir Arsyad Akbar/ Red: Erik Purnama Putra
Tim kecil Partai Nasdem, Partai Demokrat, dan PKS bersama capres Anies Rasyid Baswedan menggelar pertemuan di Restoran Pagi Sore, Jakarta, Jumat (18/11/2022). Hadir pula Ketua DPP Partai Amanat Nasional (PAN) Widdi Aswindi (kanan).
Foto: Republika/Nawir Arsyad Akbar
Tim kecil Partai Nasdem, Partai Demokrat, dan PKS bersama capres Anies Rasyid Baswedan menggelar pertemuan di Restoran Pagi Sore, Jakarta, Jumat (18/11/2022). Hadir pula Ketua DPP Partai Amanat Nasional (PAN) Widdi Aswindi (kanan).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ada yang luput dari sorotan media dalam pertemuan calon presiden (capres) Anies Rasyid Baswedan bersama Koalisi Perubahan di Restoran Pagi Sore, Jalan Dr Saharjo, Kecamatan Tebet, Jakarta Selatan, Jumat (18/11/2022) siang WIB. Di acara konsolidasi tersebut, Anies ternyata tidak hanya ditemani tiga petinggi partai.

Hadir pula Ketua DPP Partai Amanat Nasional (PAN) Widdi Aswindi. Widdi duduk di sisi paling kanan kala Anies menjawab pertanyaan media. Kedatangan salah satu petinggi PAN itu jelas mengagetkan, lantaran partai berlambang matahari tersebut sudah tergabung dalam Koalisi Indonesia Bersatu (KIB).

Baca: Uniknya Anies Pilih Bertemu Koalisi Perubahan di Restoran Pagi Sore

Adapun Partai Nasdem diwakili Ketua Mahkamah Partai Saur Hutabarat serta duo Ketua DPP Willy Aditya dan Sugeng Suparwoto. Dari Partai Demokrat hadir Sekjen Teuku Riefky Harsya. Sementara itu, Partai Keadilan Sejahtera (PKS) datang Wakil Ketua Majelis Syura Mohamad Sohibul Iman. Tidak ketinggalan, rekan dekat Anies, yaitu eks Menteri ESDM Sudirman Said juga turut hadir.

 

Dalam pertemuan itu, Anies menjelaskan, jika proses Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024 masih lama. Karena itu, ia perlu mengatur strategi dalam menghadapi kompetisi lima tahunan tersebut.

Baca: PWNU DKI Protes ke Anies Dapat Hibah Sedikit Rp 4 Miliar

"Kalau saya lihat masih panjang, kalau teman-teman perhatikan di dalam pengalaman Pilpres sejak tahun 2004 kan. Sudah berjalan 18 tahun, ya selama periode itu selalu bicara tentang pasangan itu tidak ditentukan 1,5 tahun sebelum (Pilpres), betul kan? selalu ketika menjelang waktunya," ujar Anies di Restoran Pagi Sore, Jumat.

Dia juga menyinggung jika semua figur masih terbuka untuk mendapinginya sebagai calon wakil presiden (cawapres). Meskipun Nasdem, Demokrat, dan PKS memiliki kriteria cawapres masing-masing, namun Anies juga mempunya pendapat berbeda dan terbuka dengan opsi mana pun.

Baca: Peran Senyap Governor’s Delivery Unit (TGUPP) dalam Transformasi Jakarta

Eks mendikbud itu menyampaikan, tiga cawapres juga bakal dipilihnya wajib memiliki tiga kriteria. Tiga faktor itu adalah dapat membantu pemenangan, membuat koalisi solid, dan memiliki efektivitas dalam pemerintahan jika menang pada Pilpres 2024.

"Kita berjalan mengalir, dan seperti saya sampaikan bahwa proses yang sedang sekarang kita lewati adalah penuntasan koalisi ini. Lalu sesudah itu, nanti secara bertahap kita bicarakan mengenai pasangan dan semua opsi itu terbuka, tentu nanti akan dibahas juga bersama-sama," ujar mantan rektor Universitas Paramadina itu.

Baca: Anies Minta Maaf Kecewakan Orang Pesimistis karena Formula E Sukses, Sindir Giring?

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement