Ahad 13 Nov 2022 17:32 WIB

Survei CIGMark: Elektabilitas Ridwan Kamil, Prabowo, Anies Tertinggi di Jabar

Ridwan Kamil menempati elektabilitas paling tinggi di Jabar, yakni 39,2 persen

Rep: Ronggo Astungkoro/ Red: Ratna Puspita
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil
Foto: REPUBLIKA/ABDAN SYAKURA
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Hasil survei CIGMark menunjukkan peta kekuatan calon presiden (Capres) 2024 di Provinsi Jawa Barat, wilayah yang paling ‘seksi’ untuk diperebutkan. Nama Ridwan Kamil (RK), Prabowo Subianto, dan Anies Baswedan menempati tiga urutan teratas dalam peta kekuatan Capres 2024 tersebut.

"Dalam simulasi pertanyaan tertutup tentang siapa Capres yang akan dipilih jika Pilpres dilaksanakan saat ini, RK menempati elektabilitas paling tinggi, yakni 39,2 persen dari 18 nama yang diuji," ujar CEO CIGMark Research and Consulting, Panca Pratama, Ahad (13/11/2022).

Baca Juga

Dalam simulasi pertanyaan yang sama, urutan kedua ada Prabowo Subianto dengan elektabilitas 23,5 persen, disusul Anies Baswedan 14,9 persen, dan Ganjar Pranowo 8,1 persen. Sedangkan elektabilitas kandidat lainnya di bawah lima persen.

"Sementara  itu, pemilih yang belum memutuskan (undecided voters) 3,8 persen," ujar Panca.

 

Dilihat dari aspek loyalitas pendukung, figur RK juga menempati posisi paling tinggi, yaitu sebesar 31,5 persen. Angka tersebut meninggalkan cukup jauh Prabowo yang selama ini cukup bersinar di Jawa Barat, hanya sebesar 16,1 persen.

"Sementara pemilih loyal Anies Baswedan 9,5 persen, lalu Ganjar Pranowo 5,1 persen," terang dia.

Sementara itu, kata Panca, dari segi popularitas Capres di provinsi Jawa Barat sosok RK merupakan figur yang paling dikenal dan disukai. Popularitas RK sudah menembus 99,2 persen dengan tingkat kesukaan 97,2 persen. 

Di bawah RK, menyusul Prabowo sebesar 96,9 persen dengan kesukaan 75,7 persen. "Berikutnya Anies Baswedan 86,6 persen dengan tingkat kesukaan 80,3 persen, Sandiaga Uno 81,4 persen dengan kesukaan 80,4 persen, sedangkan kandidat lainnya pengenalannya masih di bawah 80 persen," kata Panca.

Survei dilaksanakan pada 12-28 September 2022 dengan menggunakan metodologi Multi Stage Random Sampling (MSRS). Jumlah responden 825 orang yang diwawancarai secara langsung dengan menggunakan kuesioner. Jumlah margin of error survei ini sebesar kurang lebih 3,48 persen dengan tingkat kepercayaan 95 persen. 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement