Kamis 10 Nov 2022 18:50 WIB

PM Kamboja Berharap Ukraina Temukan Solusi Damai dengan Rusia

PM Kamboja mengecam invasi Rusia ke Ukraina.

Perdana Menteri Kamboja Hun Sen menyampaikan pidato saat pembukaan Pertemuan Menteri Luar Negeri ASEAN ke-55 (AMM ke-55) di Phnom Penh, Kamboja, Rabu, 3 Agustus 2022. Para menteri luar negeri Asia Tenggara berkumpul di ibu kota Kamboja untuk pertemuan yang membahas kekerasan yang terus berlanjut di Myanmar dan masalah lainnya, bergabung dengan diplomat top dari Amerika Serikat, China, Rusia dan kekuatan dunia lainnya di tengah ketegangan atas invasi ke Ukraina dan kekhawatiran atas ambisi Beijing yang berkembang di wilayah tersebut. (
Foto: AP Photo/Vincent Thian
Perdana Menteri Kamboja Hun Sen menyampaikan pidato saat pembukaan Pertemuan Menteri Luar Negeri ASEAN ke-55 (AMM ke-55) di Phnom Penh, Kamboja, Rabu, 3 Agustus 2022. Para menteri luar negeri Asia Tenggara berkumpul di ibu kota Kamboja untuk pertemuan yang membahas kekerasan yang terus berlanjut di Myanmar dan masalah lainnya, bergabung dengan diplomat top dari Amerika Serikat, China, Rusia dan kekuatan dunia lainnya di tengah ketegangan atas invasi ke Ukraina dan kekhawatiran atas ambisi Beijing yang berkembang di wilayah tersebut. (

REPUBLIKA.CO.ID, PHNOM PENH -- Perdana Menteri (PM) Kamboja Samdech Techo Hun Sen mengharapkan Ukraina dapat menemukan solusi damai terkait perang melawan Rusia saat ini. Ukraina diharapkan dapat memperoleh kembali perdamaian,keamanan, stabilitas, dan pembangunan.

Hal tersebut diungkapkan PM Kamboja Samdech Techo Hun Sen saat menerima kunjungan kehormatan Menteri Luar Negeri Ukraina Dmytro Kuleba di sela-sela rangkaian KTT ke-40 dan ke-41 ASEAN, Phnom Penh, Kamboja, Kamis.

Baca Juga

Dalam pertemuan tersebut, PM Kamboja menegaskan kembali posisi Kamboja yang mengutuk invasi Rusia ke Ukraina. Ia juga menyatakan kesiapan Kamboja untuk melatih para penjinak ranjau Ukraina bekerja sama dengan Jepang.

Perdana Menteri itu mengucapkan selamat kepada Ukraina atas aksesi pada Perjanjian Persahabatan dan Kerja Sama di Asia Tenggara (TAC).

Ia menegaskan kembali bahwa Kamboja akan terus bekerja sama dengan ASEAN atas permintaan Ukraina untuk menjadi Mitra Dialog Sektoral ASEAN.

Sementara itu Menteri Luar Negeri Ukraina Dmytro Kuleba mengungkapkan rasa terima kasih yang sebesar-besarnya atas posisi tegas Kamboja dalam perang di Ukraina. Ia mengatakan bahwa Ukraina memiliki niat yang kuat untuk menjadi Mitra Dialog Sektoral ASEAN.

Ia juga menegaskan kembali niat Ukraina untuk segera menunjuk seorang Duta Besar untuk Kamboja. Ia optimistis bahwa hubungan persahabatan antara kedua negara akan terus tumbuh.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement