Kamis 10 Nov 2022 18:05 WIB

Resmi, ASN Ber-KTP Solo Bisa Beli Hunian Program Pemkot Solo

Hunian ini memiliki fasilitas DP nol persen.

Rep: c02/ Red: Yusuf Assidiq
Penandatanganan MoU program hunian ASN Kota Solo, Kamis (10/11/2022).
Foto: Muhammad Noor Alfian
Penandatanganan MoU program hunian ASN Kota Solo, Kamis (10/11/2022).

REPUBLIKA.CO.ID, SOLO -- PT Taspen dengan Pemerintah Kota (Pemkot) Solo, Jawa Tengah, menandatangani nota kesepakatan  kerja sama program hunian untuk para aparatur sipil negara (ASN) di Balai Kota Solo, Kamis (10/11/2022). Tujuannya untuk mengakomodasi mayoritas ASN di Solo yang belum memiliki hunian atau huniannya di luar kota.

Selama ini, sebagian ASN kesulitan untuk membeli hunian di Kota Solo lantaran harga yang tinggi. Akhirnya, mereka memutuskan menjadi pelaju. Oleh karena itu, untuk mengakomodasi hal tersebut pemkot mengadakan program hunian untuk mendekatkan ASN di area kerjanya.

”Di ruangan saya itu, hanya saya saja yang ber-KTP Solo, lainnya KTP luar Solo. Bahkan ada ASN yang naik komuter dari Yogyakarta ke Solo tiap hari. Banyak yang menyita waktu, ongkosnya juga nggak murah,” kata Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka usai penandatanganan kerja sama dengan PT Taspen.

Pemkot menyambut baik dengan program kerja sama hunian bagi ASN ini. Pasalnya, hal tersebut memberikan kesempatan bagi ASN kota Solo untuk memiliki hunian khususnya yang masih berusia muda.

”Saya kira ini bisa menjadi percontohan. Makanya kita prioritaskan yang muda. Kita buat skema, ini memudahkan bagi yang golongan rendah sekalipun. Apalagi ada yang bentuk apartemen dan hunian tapak,” katanya.

Ketika disinggung lokasi hunian, Gibran mengatakan ada di area Mojosongo, Jebres. Selain itu, program ini juga tidak menutup kemungkinan bisa menyasar untuk Tenaga Kontrak dengan Perjanjian Kerja (TKPK), untuk kedepannya. "Tapi ya itu tadi, KTP harus Solo lho ya,” ujar dia.

Di sisi lain, Direktur PT Taspen ANS Kosasih mengatakan hunian ini memiliki fasilitas DP nol persen dan untuk pembiayaannya bekerja sama dengan Bank Jateng. Tiap bulan ASN dapat menyiapkan Rp 2 juta untuk cicilannya.

"Sebanyak 213 unit kami siapkan untuk hunian vertikal. Sedangkan angsurannya masih kami usahakan untuk turun,” jelasnya.

Proses pembangunan diperkirakan mencapai waktu dua tahun. Meski hunian ini bisa diakses oleh ASN dengan golongan rendah, namun PT Taspen menjamin jika kualitas bangunan bagus.

”Ini benar-benar perumahan untuk ASN. Jadi mereka bisa langsung mendaftar dan kami membangun sesuai dengan daftar dari pemkot,” kata dia.

Dikatakan ada dua jenis hunian yang disiapkan untuk ASN di Pemkot Solo. Hunian dengan tipe vertikal bisa dicicil selama 30 tahun dan hunian tapak yang bisa dicicil selama 40 tahun.

”Jadi hunian ini bisa dicicil selama masa kerja dan lanjut hingga masa pensiun. Dan untuk hunian tapak dapat diwariskan di anak cucu karena status tanahnya HM (hak milik). Kalau yang vertikal pakainya HGB (hak guna bangunan),” tegasnya.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement