Selasa 08 Nov 2022 19:39 WIB

Baru IPO, Blibli Susun Strategi Hadapi Ancaman Resesi 2023

Blibli meyakini model bisnis sudah tepat sehingga siap hadapi ancaman resesi

Rep: Retno Wulandhari/ Red: Ichsan Emrald Alamsyah
CEO Blibli, Kusumo Martanto (kanan).  PT Global Digital Niaga Tbk (Blibli) optimistis mampu bertahan menghadapi ancaman resesi global pada di tahun 2023 mendatang. Optimisme tersebut didukung kondisi fundamental Indonesia yang masih kuat.
Foto: Republika/Thoudy Badai
CEO Blibli, Kusumo Martanto (kanan). PT Global Digital Niaga Tbk (Blibli) optimistis mampu bertahan menghadapi ancaman resesi global pada di tahun 2023 mendatang. Optimisme tersebut didukung kondisi fundamental Indonesia yang masih kuat.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- PT Global Digital Niaga Tbk (Blibli) optimistis mampu bertahan menghadapi ancaman resesi global pada di tahun 2023 mendatang. Optimisme tersebut didukung kondisi fundamental Indonesia yang masih kuat. 

"Kami meyakini bisnis model Blibli sudah tepat sehingga bisa menghadapi tekanan ekonomi makro," kata CEO & Co-founder PT Global Digital Niaga Tbk Kusumo Martanto, Selasa (8/11/2022).

Baca Juga

Kusumo menilai, Indonesia sangat diuntungkan dengan kenaikan harga komoditas, sehingga neraca dagang masih bisa mencatatkan surplus. Pertumbuhan ekonomi kuartal III bahkan mencapai 5,72 persen yoy. Kondisi ini dinilai akan berdampak positif pada tingkat konsumsi masyarakat. 

Di tengah optimisme tersebut, menurut Kusumo, Blibli terus mencari rekanan yang menyediakan produk-produk berkualitas. Blibli juga melakukan kerja sama strategis dengan para pemegang merek baik dari global, nasional maupun UMKM dalam negeri. 

"Dengan ekosistem yang ada di Blibli, Tiket.com dan Ranch, kita cukup solid menghadapi ketidakpastian di dunia global. Kita optimistis bisa melewatinya dengan baik," kata Kusumo.

CEO Tiket.com George Hendrata menambahkan, dilihat dari model bisnis, Blibli akan bisa tetap bertahan menghadapi ancaman resesi. Salah satu strategi yang dilakukan Perseroan yakni tetap menjalankan langkah efisiensi. 

"Sepanjang tiga tahun terakhir ini efisiensi kita terus membaik hingga bisa mencetak double digit margin," jelas George.  

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement