Ahad 30 Oct 2022 08:53 WIB

Resmi Dilantik, Lexyndo Hakim: Lahirnya PITI Bukti Islam dan Tionghoa Sangat Dekat

Dia berterimakasih kepada pemerintah yang memberikan dukungan kepada etnis Tionghoa.

Pengurus Persatuan Islam Tionghoa Indonesia (PITI) Periode 2022-2027, Sabtu (29/10/2022).
Foto: Istimewa
Pengurus Persatuan Islam Tionghoa Indonesia (PITI) Periode 2022-2027, Sabtu (29/10/2022).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA - Sekretaris Jenderal Persatuan Islam Tionghoa Indoesia (PITI), Lexyndo Hakim menyampaikan bahwa kehadiran PITI sebagai wujud Islam Indonesia yang damai, dan bisa berdampingan dengan etnis manapun termasuk Tionghoa. Oleh karena itu Lexyndo Hakim, berterimakasih kepada pemerintah, Kapolri, dan semua stakeholder yang mendukung keberadaan PITI. Menurutnya, PITI siap memberikan yang terbaik kepada bangsa dan negara. 

Dia berharap kedepannya, tidak ada lagi stigma negatif terhadap etnis manapun di Indonesia, termasuk Tionghoa. Sebagai umat muslim Tionghoa dia bertanggung jawab untuk menjaga hubungan ukhuwah islamiah seperti yang disampaikan Kapolri.

Baca Juga

Hal itu disampaikan oleh Lexyndo Hakim dalam acara pelantikan pengurus Persatuan Islam Tionghoa Indoesia (PITI) Periode 2022-2027. Acara ini berlangsung meriah di Gedung Dewan Masjid Indonesia (DMI) Jakarta Timur.

"Di Indonesia, ada organisasi yang berdiri sejak 1961, menghimpun para etnis Tionghoa yang memeluk Agama Islam. Organisasi tersebut bernama PITI, Persatuan Islam Tionghoa Indonesia. Sebuah pengejawantahan yang kongkrit bahwa Islam dan Tionghoa bisa bersanding dan senyawa," kata Lexyndo Hakim di Jakarta, Sabtu (29/10/2022).

 

Dia menjelaskan, banyak orang tidak tahu bahwa selama ini muslim Tionghoa terus berbaur dengan banyak etnis lainnya. Mereka menepis stigma bahwa yang berbeda harus diasingkan, padahal Pancasila sangat mendukung keberagaman seperti yang mereka lakukan selama ini.

"Contohnya, kami yang Muslim etnis Tionghoa, dengan sukacita setiap tahun turut merayakan Tahun Baru Imlek, menguatkan silaturahim, makan bersama, berbagi Angpao, mengenakan pakaian khas Tionghoa, dan lain-lain. Kehangatan yang insyaallah akan terus dijaga dan dilestarikan, sebagai warisan luhur kebudayaan," ujar dia.

Dia berterimakasih kepada pemerintah  yang memberikan dukungan kepada etnis Tionghoa, terutama yang muslim. Hal itu membuat mereka semakin semangat untuk tetap menyuarakan NKRI harga mati. PITI siap berkolaborasi dengan pemerintah RI dalam berbagai hal.

"Menjadi Muslim sekaligus Tionghoa adalah keberkahan bagi kami. Maka dalam ikhtiar agar keberkahan tersebut semakin luas dan maslahat. PITI penting untuk didukung dan dikuatkan, agar keselarasan dan keharmonisan antar umat dan antar etnis terus terjalin baik, untuk terus mengokohkan Persatuan Indonesia," kata dia.

Sementara itu, dalam kesempatan yang sama Ketua DPRD DKI Jakarta, Prasetyo Edi Marsudi turut memberikan ucapan kepada PITI. Dia berharap organisasi ini terus menjadi wadah untuk umat muslim Tionghoa dalam memperdalam ilmu agama dan tempat bersilaturahmi.

Dia siap mendukung, apa aja yang dibutuhkan PITI untuk kepentingan kemajuan umat beragama, terutama muslim Tionghoa. Dia mengaku sangat bahagia PITI lahir dengan cita-cita yang Mulya yang membuktikan kedekatan antara Islam Indonesia dengan Tionghoa.

"Saya mengucapkan selamat atas dilantiknya pengurus pusat PITI, semoga PITI bisa menjadi tempat silaturahmi dan wadah untuk memperdalam agama di Indonesia," kata Prasetyo Edi Marsudi.

Sebagai informasi, kegiatan tersebut juga dihadiri oleh Imam Besar Istiqlal, Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar yang memberikan Tausiyah sekitar lebih kurang satu jam. Imam Besar Istiqlal dijemput langsung oleh Sekjen PITI, Lexyndo Hakim.

Ketua Umum PITI periode 2022-2027 Serian Wijatno mengatakan kepengurusan PITI hasil muktamar tahun 2022 untuk melanjutkan roda kepengurusan sebagai ikhtiar melaksanakan perjuangan mewujudkan Islam yang rahmatan lil alamiin dalam NKRI yang berlandaskan Pancasila.

 

"Saya berpesan kepada pengurus yang dilantik agar serius dan berkomitmen menjalankan tugas serta peran sesuai dengan aturan yang telah ditetapkan berdasarkan visi dan misi," kata dia seperti dilansir dari Antara.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement