Kamis 20 Oct 2022 00:58 WIB

Kebakaran Masjid Jakarta Islamic Center, Saksi Akui Ada Proyek Renovasi Kubah

Saat kebakaran kondisi gedung utama sedang kosong, tidak ada jamaah.

Rep: Stevy Maradona/ Red: Stevy maradona
Papan pengumuman proyek renovasi kubah Masjid Raya Jakarta Islamic Center, Rabu (19/10/2022). Masjid Raya JIC terbakar pada Rabu sore, mengakibatkan kubah ambruk. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Polisi masih menyelidiki penyebab kebakaran
Foto: stevy maradona
Papan pengumuman proyek renovasi kubah Masjid Raya Jakarta Islamic Center, Rabu (19/10/2022). Masjid Raya JIC terbakar pada Rabu sore, mengakibatkan kubah ambruk. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Polisi masih menyelidiki penyebab kebakaran

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kubah Masjid Raya Jakarta Islamic Center (JIC) terbakar, Rabu (19/10) sore. Kebakaran besar itu menghanguskan kubah hingga ambruk ke tengah bangunan utama masjid. Bersyukur tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Polisi sampai saat ini masih menyelidiki penyebab kebakaran salah satu masjid terbesar di Jakarta tersebut.

Kebakaran terjadi usai Shalat Ashar, sekitar pukul 15.15 WIB. Api tidak bisadikendalikan. Kurang dari satu jam, api melahap seluruh kubah Masjid Raya JIC, sehingga kubah ambruk ke tengah gedung. Api baru bisa dipadamkan pada pukul 17.00 WIB. Puluhan mobil pemadam kebakaran dikerahkan. Sampai dengan Rabu malam pukul 19.30 WIB proses pendinginan bangunan masih dilakukan. Pemadam menyemprotkan air ke dalam bangunan utama.

Baca Juga

Humas Jakarta Islamic Center Paimun Karim mengatakan, saat terbakar kondisi gedung memang tengah kosong. Gedung utama masjid tengah dalam tahap renovasi. "Tidak ada orang yang beribadah di dalam gedung utama. Shalat pun dilakukan di masjid di samping," kata Paimun saat berbincang dengan Republika, Rabu petang, di lokasi. 

Dari pantauan Republika, di sekitar gedung utama memang dipasang spanduk pemberitahuan kegiatan renovasi tersebut. Di bagian samping bangunan, di sudut, sudah dipasang steger besi dari lantai bawah hingga atap. Di bagian depan gedung terpampang papan pemberitahuan proyek renovasi. Di taman di dekat papan berdiri satu bedeng tempat pekerja renovasi beristirahat. Saat didatangi, dua pintu bedeng tersebut sudah digembok. Tidak ada satupun pekerja yang terlihat.

 

Renovasi merupakan program dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dari Dinas Cipta Karya Tata ruang dan Pertanahan. Papan berwarna oranye itu berisi informasi rinci renovasi. Kegiatan renovasi dikhususkan untuk rehabilitasi kubah masjid. Renovasi berlangsung sejak 22 Agustus kemarin hingga 17 Februari 2023.

Anggaran yang digelontorkan untuk renovasi ini tertera sebesar Rp 9,73 miliar. Pelaksana renovasi adalah PT Dwi Agung Sentosa Pratama yang beralamat di Ruko Regia Boulevard GB/R B2 No52-53, Graha Raya Bintaro, Tangerang Selatan, Banten. Bertindak sebagai pengawas renovasi adalah PT Sinarbiru Alam. Dan sebagai perencana renovasi PT Granitindo Cipta Sejati.

Dengan peristiwa ini, maka otomatis renovasi berhenti sementara. Pengurus Masjid Raya JIC tengah berkoordinasi dengan Pemprov DKI Jakarta terkait situasi ini. Mengingat dalam bulan ini ada banyak acara lokal maupun internasional yang akan digelar.

Kubah Masjid Raya JIC memang unik. Ia merupakan kubah masjid tanpa tiang terpanjang se-Asia Tenggara. Masjid ini berasitektur Turki Ottoman dengan ciri khas kubah besar dan menara terpisah yang cukup tinggi.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement