Selasa 20 Sep 2022 17:02 WIB

Tanda Tekanan Darah Anda Sedang 'Meroket'

Hati-hati, tekanan darah tinggi dapat meningkatkan risiko penyakit jantung.

Rep: Gumanti Awaliyah/ Red: Qommarria Rostanti
Tanda-tanda tekanan darah Anda sedang meroket, salah satunya sakit kepala. (ilustrasi).
Foto: www.freepik.com.
Tanda-tanda tekanan darah Anda sedang meroket, salah satunya sakit kepala. (ilustrasi).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Tekanan darah tinggi adalah kondisi medis di mana tekanan darah terus-menerus di atas 130/80 mm Hg. Dokter di Cleveland Clinic Andrew Yocum menjelaskan, tekanan darah tinggi meningkatkan risiko penyakit jantung seperti penyakit arteri koroner, strok, serangan jantung, dan gagal jantung.

Perubahan gaya hidup dan resep obat tekanan darah dapat membantu menurunkan atau mengelola tekanan darah tinggi. Melansir dari laman Eat This Not That, Selasa (20/9/2022), adapun tanda-tanda tekanan darah Anda sedang sangat tinggi yakni:

Baca Juga

1. Sakit kepala

Ahli jantung Luke Laffin mengatakan, jika seseorang tiba-tiba mengalami sakit kepala hebat yang secara signifikan lebih buruk dari biasanya itu bisa jadi pertanda tekanan darah meningkat. Hal lain yang perlu diingat tentang sakit kepala dan tekanan darah adalah bahwa tidak selalu tekanan darah yang menyebabkan sakit kepala. Bisa jadi sebaliknya. “Kita tidak tahu mana yang lebih dulu. Sakit kepala dapat menyebabkan peningkatan tekanan darah,” kata dia.

2. Sesak napas

Direktur program hipertensi paru di Pusat Kardiovaskular Universitas Michigan Frankel, Vallerie McLaughlin, mengatakan sesak napas adalah gejala tekanan darah tinggi yang paling umum. Itu karena sisi kanan jantung mengalami kesulitan mendorong aliran darah melalui paru-paru, dan itu tidak sampai ke sisi kiri jantung serta tubuh.

3. Kecemasan

Kecemasan dan tekanan darah tinggi saling terkait. Dokter di Mayo Clinic, Sheldon G Sheps, mengatakan bahwa kecemasan tidak menyebabkan tekanan darah tinggi (hipertensi) jangka panjang. Tetapi episode kecemasan dapat menyebabkan lonjakan tekanan darah yang dramatis dan sementara.

“Jika lonjakan sementara itu sering terjadi seperti setiap hari, itu dapat menyebabkan kerusakan pada pembuluh darah, jantung dan ginjal, seperti halnya tekanan darah tinggi kronis,” kata Sheps.

4. Mimisan

Yocum mengatakan, tekanan darah tinggi biasanya bukan penyebab langsung mimisan, tetapi beberapa penelitian mengaitkan keduanya. Satu studi menemukan bahwa dibandingkan dengan orang dengan tekanan darah normal, mereka yang memiliki hipertensi memiliki risiko mimisan yang lebih besar yang mungkin memerlukan perhatian medis. Studi lain menunjukkan bahwa hipertensi biasanya bukan penyebab mimisan, tetapi bisa membuat mimisan lebih sulit dikendalikan.

5. Mual dan muntah

Dokter Francisco Lopez-Jimenez mengatakan, mual dan muntah bisa menjadi gejala lonjakan tekanan darah. “Jika Anda mendapatkan pembacaan tekanan darah yang sangat tinggi di rumah dan tidak memiliki gejala apapun, bersantailah selama beberapa menit," kata dia.

Setelah itu, periksa kembali tekanan darah Anda. Jika tekanan darah Anda 180/120 mm Hg atau lebih dan Anda mengalami nyeri dada, sesak napas, atau gejala strok. Gejala strok yakni termasuk mati rasa atau kesemutan, kesulitan berbicara, atau perubahan penglihatan.

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement