Selasa 02 Aug 2022 18:37 WIB

Polda Metro Tinjau Lokasi Penemuan Beras Bansos di Depok pada Rabu

Penyidik telah memanggil sejumlah pihak terkait beras bansos dikubur di Kota Depok.

Rep: Antara/ Red: Erik Purnama Putra
Warga melihat penemuan barang diduga bansos presiden di Kampung Serab, Kelurahan Sukmajaya, Depok, Jawa Barat (31/7/2022). Penemuan barang diduga bansos presiden untuk warga terdampak COVID-19 yang tertimbun di dalam tanah itu terungkap setelah ahli waris pemilik lahan melakukan penggalian menggunakan alat berat dan tengah ditangani Polrestro Depok.
Foto: ANTARA/Asprilla Dwi Adha
Warga melihat penemuan barang diduga bansos presiden di Kampung Serab, Kelurahan Sukmajaya, Depok, Jawa Barat (31/7/2022). Penemuan barang diduga bansos presiden untuk warga terdampak COVID-19 yang tertimbun di dalam tanah itu terungkap setelah ahli waris pemilik lahan melakukan penggalian menggunakan alat berat dan tengah ditangani Polrestro Depok.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Polda Metro Jaya berencana mendatangi lokasi penemuan beras bantuan sosial (bansos) yang diduga dikubur di lahan kosong milik warga di Kampung Serab, Kelurahan Tirtajaya, Kecamatan Sukmajaya, Kota Depok, Jawa Barat, Rabu (3/8/2022). Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Endra Zulpan mengatakan, petugas ke lokasi penemuan beras bansos pada Rabu sekitar pukul 11.00 WIB.

"Besok kita akan cek lapangan, kita akan mengundang media termasuk dari Kementerian Sosial, kemudian dari Bulog, penyidik dari Polda," kata Endra di Markas Polda Metro Jaya, Semanggi, Jakarta Selatan, Selasa (2/8/2022).

Baca: Pengumuman BEI, WSBP Sebagai Emiten BUMN Terancam Delisting

Zulpan menjelaskan, peninjauan ke lokasi itu dilakukan untuk mengetahui kebenaran dari penemuan beras bansos yang ditemukan dikubur tersebut. "Tentu kita akan mengungkap persoalan yang sebenarnya karena dalam hal ini jumlah beras yang disalurkan kepada masyarakat berhak menerima itu kan ratusan ribu ton," ujar Zulpan.

 

Mantan kabid Humas Polda Sulawesi Selatan itu mengatakan, penyidik saat ini telah melakukan pemanggilan terhadap sejumlah pihak terkait beras bansos yang ditemukan terkubur tersebut. "Hari ini sudah dilakukan administrasi penyelidikan. Artinya, berkas ini diserahkan ke Polda Metro, tapi bukan ditarik ya," tutur Zulpan.

Baca: Kemenkominfo Adakan Tender Sistem Big Data Nasional dengan Pagu Rp 61 Miliar

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement