Jumat 01 Jul 2022 08:12 WIB

Sekjen Liga Muslim Dunia Sambut Wapres Dunia Melayu Dunia Islam

Liga Muslim Dunia dapat menjalin sinergi DMDI dalam berbagai program keumatan.

Sekjen Liga Muslim Dunia Dr Syaikh Muhammad Abdul Karim Al-Isa berdiskusi dengan Wapres Dunia Melayu Dunia Islam (DMDI) Komjen (Purn) Haji Syafruddin di Kuala Lumpur, Malaysia pada Kamis (30/6/2022).
Foto: Dok DMI
Sekjen Liga Muslim Dunia Dr Syaikh Muhammad Abdul Karim Al-Isa berdiskusi dengan Wapres Dunia Melayu Dunia Islam (DMDI) Komjen (Purn) Haji Syafruddin di Kuala Lumpur, Malaysia pada Kamis (30/6/2022).

REPUBLIKA.CO.ID, KUALA LUMPUR -- Sekjen Liga Muslim Dunia Dr Syaikh Muhammad Abdul Karim Al-Isa beraudiensi dan berdiskusi dengan Wakil Presiden (Wapres) Dunia Melayu Dunia Islam (DMDI) Komjen (Purn) Haji Syafruddin di Kuala Lumpur, Malaysia, Kamis (30/6/2022). Syaikh Al-Isa menerima Haji Syafruddin secara khusus setelah selesainya Konferensi Ulama dan Cendikiawan Muslim se-Asia Tenggara dan Dunia.

Kegiatan konferensi diselenggarakan atas kerja sama Kementerian Agama Malaysia dengan Liga Muslim Dunia. Pertemuan keduanya mendiskusikan perkembangan dunia Islam khususnya di kawasan Melayu.

Baca: Syafruddin Safari dan Silaturahim dengan Kiai dan Ulama di Banten

Syaikh Al-Isa berkomitmen Liga Muslim Dunia dapat menjalin sinergi DMDI dalam berbagai program keumatan yang dapat mendorong penyebaran paham wasatiyyat Islam. "Ini demi kemakmuran di Dunia Melayu Dunia Islam," katanya dalam siaran di Jakarta, Jumat (1/7/2022).

 

Syaikh Al-Isa juga sangat bangga dan mengapresiasi atas terpilihnya Haji Syafruddin sebagai Wapres DMDI. Pertemuan keduanya diakhiri dengan doa, yang dipimpin Syaikh Muhammad Al-Isa.

Adapun konferensi ulama dibuka oleh Perdana Menteri Malaysia Dato' Sri Ismail Sabri bin Yaakob dan Menteri Agama Datuk Haji Idris bin Haji Ahmad. Acara itu juga dihadiri ulama, mufti, dan cendekiawan dari Indonesia, Malaysia, Brunei Darussalam, Singapore, Filipina, Thailand, Kamboja, Maladewa, Banglades, India, Pakistan, Srilanka, Nepal, China, Jepang, hingga Australia.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement