Senin 27 Jun 2022 12:39 WIB

Wamenag Sangat Menyesalkan Kasus Promo Miras di Holywings

Promo tersebut menunjukk tumpulnya rasa sensitif keberagamaan pihak manajemen.

Rep: Fuji E Permana/ Red: Andi Nur Aminah
Wakil Menteri Agama Zainut Tauhid
Foto: Kemenag
Wakil Menteri Agama Zainut Tauhid

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Wakil Menteri Agama (Wamenag), KH Zainut Tauhid Sa'adi, mengatakan, sangat menyesalkan terjadinya kasus promosi minuman keras (miras) di Holywings. Sebelumnya, Holywings terkena kasus konten promo miras gratis bagi pemilik nama Muhammad dan Maria, hal tersebut membuat mereka dikecam umat beragama.

"Saya sangat menyesalkan terjadinya kasus tersebut. Hal ini menunjukkan betapa tumpulnya rasa sensitif keberagamaan pihak manajemen, sehingga tanpa pikir panjang membuat promosi produk yang dapat melukai perasaan umat beragama," kata Kiai Zainut kepada Republika.co.id, Senin (27/6/2022).

Baca Juga

Ia mengatakan, mengapresiasi langkah kepolisian yang bergerak cepat menindak dan menahan para pihak yang diduga terlibat tindak pidana penistaan agama. Wakil Ketua Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia (Wantim MUI) ini meminta Polri untuk terus mengembangkan dalam proses penyidikannya untuk mengetahui motif perbuatannya.

"Saya berharap kasus ini bisa dijadikan pelajaran kita semua khususnya para pengusaha agar dalam melaksanakan bisnisnya tetap mengindahkan nilai-nilai kesakralan agama," ujar Kiai Zainut.

Ia mengatakan, jangan hanya untuk mengejar keuntungan bisnis atau sekedar untuk meningkatkan promosi produknya, sampai berani menabrak dan melanggar hukum serta mencederai kesucian agama.

Wamenag mengatakan, karena kasusnya sudah ditangani oleh kepolisian maka meminta kepada masyarakat untuk tetap tenang dan tidak melakukan tindakan anarkis. Menyerahkan semua proses hukumnya kepada pihak yang berwenang.

"Saya yakin polisi, jaksa dan hakim akan bertindak secara profesional, proporsional dan menjunjung tinggi nilai-nilai keadilan," kata Kiai Zainut.

 
 
 
Lihat postingan ini di Instagram
 
 
 

Sebuah kiriman dibagikan oleh Republika Online (@republikaonline)

 

Seberapa tertarik Kamu untuk membeli mobil listrik?

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement