Sabtu 18 Jun 2022 17:26 WIB

Kebaikan Eril dan Kisah Sepasang Sepatu dari Eropa

"Terbaik adalah caramu menjalani hidup di dunia fana ini."

Sejumlah warga menabur bunga saat berziarah di makam putra sulung Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, Emmeril Khan Mumtadz di Islamic Centre Baitul Ridwan, Cimaung, Kabupaten Bandung, Senin (13/6/2022). Warga terus berdatangan untuk berziarah dan mendoakan almarhum Emmeril Khan Mumtadz yang meninggal terbawa arus di Sungai Aare, Kota Bern, Swiss. Foto: Republika/Abdan Syakura
Foto: REPUBLIKA/ABDAN SYAKURA
Sejumlah warga menabur bunga saat berziarah di makam putra sulung Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, Emmeril Khan Mumtadz di Islamic Centre Baitul Ridwan, Cimaung, Kabupaten Bandung, Senin (13/6/2022). Warga terus berdatangan untuk berziarah dan mendoakan almarhum Emmeril Khan Mumtadz yang meninggal terbawa arus di Sungai Aare, Kota Bern, Swiss. Foto: Republika/Abdan Syakura

Oleh : Qommarria Rostanti, Jurnalis Republika.co.id

REPUBLIKA.CO.ID, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil terlihat masih aktif menggunakan akun Instagram-nya. Kekhawatiran sebagian warganet yang menduga Emil (sapaan akrabnya) akan "menghilang" dari dunia maya setelah kepergian putra sulungnya, Emmeril Kahn Mumtadz (Eril), tidak terbukti.

Emil kerap mengunggah konten di akun @ridwankamil. Sejak akhir Mei, unggahan Emil memang lebih banyak didominasi tentang putra tercintanya.

Satu per satu unggahan tentang kebaikan hati Eril semasa hidup, Emil sampaikan. Sesekali, Emil membalas komentar followers-nya dengan candaan.

Salah satu postingan tentang Eril yang sangat menarik perhatian saya, yaitu tentang sepasang sepatu dari Eropa. Postingan ini diunggah sekitar dua-tiga hari lalu melalui fitur Reel IG.

 

Di Reel tersebut, Emil bercerita dia sekeluarga (termasuk Eril) menunaikan umrah. Selepas umrah, mereka melanjutkan perjalanan ke Spanyol. Trip ini dilakukan saat Eril masih SMA.

Ketika tiba di sebuah toko sepatu, Eril berkata kepada Emil: "Pap, titip beliin sepatu yang ini ya."

Emil tentu dengan senang hati membelikannya untuk putra tersayang. Namun Emil bingung, sebab nomor sepatu yang dibeli Emil bukan nomor kakinya.

Sepekan kemudian, Emil baru mengetahui bahwa sepatu yang dibeli dari Spanyol, Eropa, bukan untuk Eril, melainkan untuk seorang satpam di SMA 3 Bandung. Satpam tersebut merupakan teman baiknya karena mau sering dititipi sepeda yang Eril pakai saat ke sekolah.

"Mungkin sudah rejeki si satpam, yang Eril panggil Mas Bro, untuk pake sepatu keren buatan Spanyol," tulis Emil.

Di unggahannya yang lain, Emil membuat cuplikan video tentang kegiatan kemanusiaan yang sering dilakukan Eril. Ya, begitulah Ridwan Kamil. Alih-alih mengunggah konten menyedihkan, mantan wali kota Bandung ini lebih mengisi akun media sosialnya dengan hal-hal yang menenangkan, keikhlasan, dan harapan.

Ibu Cinta tak kalah luar biasa. Kelapangan hati Ibu Cinta bahkan terlihat sejak Eril belum ditemukan. Dia menulis sebuah "surat cinta" untuk Eril. Mungkin pembaca sudah pernah membacanya, karena untaian kata-kata indah itu dengan cepat menyebar di platform media elektronik dan sosial. Namun izinkan saya mengutipnya, sekadar mengingatkan kembali tentang keikhlasan seorang ibu yang buah hatinya lebih dulu berpulang:

"Ril... mamah pulang dulu ke Indonesia, ya.. Mamah titipkan kamu dalam penjagaan dan perlindungan terbaik dari pemilikmu yang sebenarnya, Allah swt, dimana pun kamu berada...

Insya Allah kamu tidak akan kedinginan, kelaparan atau kekurangan apapun. Bahkan kamu akan mendapatkan limpahan kasih sayang, karunia dan kebahagiaan yang tak pernah putus. Disini, di sungai Aare yang luar biasa indah dan cantik ini, mamah lepaskan kamu, untuk kita bertemu lagi cepat atau lambat. 

 
Seperti yang pak walikota sampaikan, 
 
“The city of Bern will forever be deeply connected to us...” 
 
Doa terbaik mamah dalam setiap helaan nafas, Atalia 
 
Aare river, juni 2022."
 
Saya dan juga pembaca mungkin sepakat bahwa Emil dan Ibu Cinta (panggilan untuk istri Emil, Atalia Praratya) adalah orang tua yang masya Allah memiliki hati yang besar. Baru kali ini, saya melihat orang tua yang kehilangan anaknya mengucapkan: Allahu Akbar, Alhamdulillah.
 
Saya paham, kalimat-kalimat kebesaran Allah SWT itu mereka lontarkan karena jenazah Eril akhirnya ditemukan. Mereka bersyukur, sebab kekuasaan Allah-lah yang membuat Sungai Aare memulangkan jasad Ananda Eril kepada keluarganya.
 
"Sungguh Tuhanku. Kami tenang sekarang. Engkau sungguh Maha Pengasih. Maha Penyayang dan Maha Pengabul doa kami," tulis Emil ketika Eril ditemukan.
 
Emil juga berterima kasih kepada jutaan doa yang terlantun dari khalayak yang berharap Eril ditemukan, jutaan doa yang sebagiannya datang dari orang-orang yang mengiringi prosesi pemakaman Eril pada Senin (13/6). Emil pun berterima kasih kepada sosok yang menemukan jasad Eril yaitu seorang guru di Bern, Swiss, bernama Geraldine Beldi.
 
Menurut Geraldine, semua warga Bern tahu berita tenggelamnya Eril di Aare. Setiap berjalan kaki, Geraldine selalu melihat ke arah sungai Aare, barang kali dia bisa membantu menemukan Eril. Akhirnya betul. "Ternyata saya yang menemukannya," kata ibu dua anak ini, seperti dikutip dari akun IG Emil. Seperti yang dikatakan Emil, awal niat Eril pergi ke Swiss untuk belajar, akhirnya takdirnya "diselamatkan" oleh seorang guru pengajar yang baik hati dan sederhana.
 
Secara teori, kita semua tahu bahwa anak adalah titipan Allah SWT. Tapi Kang Emil dan Ibu Cinta mampu sebenar-benarnya menunjukkan apa itu keikhlasan, apa itu berserah, apa itu berbesar hati.
 
Di tengah dukanya, Emil bahkan mampu mendesain rumah peristirahatan terakhir Emil. Makam Eril berada di sebelah masjid di Cimaung, Jawa Barat, yang merupakan kampung ibundanya.
 
Masjid tersebut diberi nama Masjid Al Mumtadz, seperti nama Eril, yang artinya terbaik. "Terbaik adalah caramu menjalani dunia hidup di fana ini. Tidak sia-sia kami pilihkan nama baik untukmu," tulis Emil. Selamat jalan Eril.

Yuk koleksi buku bacaan berkualitas dari buku Republika ...
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement