Jumat 03 Jun 2022 15:13 WIB

PLN NTT Upayakan Peningkatan Keandalan Suplai Listrik di Kupang

Pemadaman listrik di pinggiran Kota Kupang kemarin akibat pemeliharaan SUTM.

Rep: ANTARA/ Red: Fuji Pratiwi
Petugas PT PLN (Persero) melakukan perbaikan dan perawatan untuk mengoptimalkan jaringan listrik (ilustrasi). PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) Unit Wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) terus mengupayakan peningkatan keandalan suplai listrik di Kota Kupang.
Foto: ANTARA/Irwansyah Putra
Petugas PT PLN (Persero) melakukan perbaikan dan perawatan untuk mengoptimalkan jaringan listrik (ilustrasi). PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) Unit Wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) terus mengupayakan peningkatan keandalan suplai listrik di Kota Kupang.

REPUBLIKA.CO.ID, KUPANG -- PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) Unit Wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) terus mengupayakan peningkatan keandalan suplai listrik di Kota Kupang guna memberikan pelayanan yang maksimal kepada para pelanggannya.

"Sebagai upaya peningkatan keandalan suplai listrik di Kota Kupang, maka PLN memerlukan tindakan pemeliharaan yang memerlukan padam," kata Manager Komunikasi PLN UIW NTT Margaretha Yupukoni di Kupang, Jumat (3/6/2022).

Baca Juga

Hal ini disampaikannya berkaitan dengan terjadinya pemadaman listrik di pinggiran Kota Kupang tepatnya di Kecamatan Alak yang padamnya kurang lebih mencapai 10 jam sejak pukul 09.00 WITA sampai dengan 19.00 WITA. Margaretha mengakui bahwa pada Kamis (2/6/2022) kemarin di wilayah kecamatan Alak dan sekitarnya dilakukan pemeliharaan peremajaan konstruksi saluran udara tegangan menengah (SUTM) lama ke SUTM baru.

Pemeliharaan itulah yang kemudian, ujar dia, menjadi penyebab atau menjadi alasan mengapa sehingga terjadi pemadaman listrik dalam kurun waktu yang cukup lama. "Pekerjaan tersebut tambah dia meliputi penggantian tiang 11 meter ke 14 meter dan penggantian kabel A3C ke A3CS," tambah Margaretha.

 

Disamping itu juga ujar dia, adanya pemeliharaan itu juga sebelumnya sudah diinformasikan kepada masyarakat di daerah tersebut. "Hanya waktu melebihi perkiraan karena kendala lapangan yang terjadi yaitu ada di beberapa titik lokasi pekerjaan pembongkaran material yang sudah tua sehingga membutuhkan waktu yang lebih lama," ujar dia.

Margaretha juga menyampaikan permohonan maaf kepada para pelanggan PLN atas ketidaknyamanan yang terjadi.

 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement