Senin 30 May 2022 15:02 WIB

Kajian Investasi Pabrik Migor DKI Ditargetkan Selesai Agustus

BUMD DKI menjajaki rencana pembangunan pabrik migor bersama BUMD Jabar dan Jateng

Rep: Zainur Mahsir Ramadhan/ Red: Nur Aini
Ilustrasi pekerja mengemas minyak goreng. irektur Utama BUMD DKI Jakarta PT Food Station Tjipinang Jaya, Pamrihadi Wiraryo, mengatakan, pihaknya saat ini masih melakukan kajian investasi terkait pembangunan pabrik minyak goreng (migor).
Foto: ANTARA FOTO
Ilustrasi pekerja mengemas minyak goreng. irektur Utama BUMD DKI Jakarta PT Food Station Tjipinang Jaya, Pamrihadi Wiraryo, mengatakan, pihaknya saat ini masih melakukan kajian investasi terkait pembangunan pabrik minyak goreng (migor).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Direktur Utama BUMD DKI Jakarta PT Food Station Tjipinang Jaya, Pamrihadi Wiraryo, mengatakan, pihaknya saat ini masih melakukan kajian investasi terkait pembangunan pabrik minyak goreng (migor). Dia menargetkan, kajian tersebut akan selesai pada Agustus mendatang.

“Saat ini sedang dilakukan kajian terkait investasi,” kata Pamrihadi di Jakarta, Senin (30/5/2022).

Baca Juga

Ditanya nilai yang saat ini diwacanakan, Pamrihadi mengaku belum bisa menjawabnya. Dia mengatakan, rincian tersebut akan diinformasikan ke depannya.

“Masih dikaji,” katanya.

 

Sejauh ini, BUMD DKI Jakarta PT Food Station Tjipinang Jaya memang sedang menjajaki rencana pembangunan pabrik minyak goreng (migor) bersama BUMD Agro Jawa Barat dan BUMD Jawa Tengah. Penjajakan tersebut akan dilanjutkan dengan pengkajian kelayakan investasi pembangunan pabrik minyak goreng.

Pamrihadi memerinci, setelah nilai pagu rampung diputuskan, stok bahan baku minyak goreng akan disediakan oleh PTPN Holding VIII yang ada di Semangke, Sumatera Utara. Dia juga menyebut, penjajakan dengan PTPN saat ini masih dilakukan secara intensif.

"Investasi masih akan dikaji," ujarnya.

Pamrihadi menampik wacana pembuatan pabrik migor karena kelangkaan semata. Menurut dia, pembuatan pabrik minyak goreng didasari potensi minyak goreng di masing-masing daerah.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement