Kamis 21 Apr 2022 09:16 WIB

Transaksi di GT Palimanan Tol Cipali Ditiadakan Saat Arus Mudik dan Balik

Transaksi ditiadakan untuk mencegah antrean kendaraan di GT Palimanan

Rep: Lilis Sri Handayani/ Red: Nur Aini
Pengemudi kendaraan melakukan transaksi di gardu transaksi Gerbang Tol Palimanan, Cirebon, ilustrasi. Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat bersama Astra Tol Cipali meniadakan transaksi pembayaran bagi kendaraan di Gerbang Tol (GT) Palimanan, Tol Cipali, Kabupaten Cirebon.
Foto: Republika/Edwin Dwi Putranto
Pengemudi kendaraan melakukan transaksi di gardu transaksi Gerbang Tol Palimanan, Cirebon, ilustrasi. Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat bersama Astra Tol Cipali meniadakan transaksi pembayaran bagi kendaraan di Gerbang Tol (GT) Palimanan, Tol Cipali, Kabupaten Cirebon.

REPUBLIKA.CO.ID, CIREBON – Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat bersama Astra Tol Cipali meniadakan transaksi pembayaran bagi kendaraan di Gerbang Tol (GT) Palimanan, Tol Cipali, Kabupaten Cirebon. Hal itu dimaksudkan untuk mencegah antrean kendaraan di GT Palimanan selama arus mudik dan balik lebaran.

‘’Transaksi tetap ada, bukan berarti tidak bayar. Hanya dipindahkan ke gerbang tol  selanjutnya, bisa sampai GT Kalikangkung,’’ ujar Plh Anggota BPJT, Mahbullah Nurdin, di Kantor Operasional ASTRA Tol Cipali, Rabu (20/4/2022) sore.

Baca Juga

Dengan kebijakan itu, maka pengemudi tidak perlu menempelkan e-toll di GT Palimanan, melainkan di pintu exit di manapun keluarnya. Adapun besaran nilai pembayarannya akan digabungkan.

Nurdin mengatakan, kebijakan itu rencananya akan mulai diujicobakan pada Jumat (22/4/2022) hingga masa arus mudik dan balik Lebaran Idul Fitri 2022. Kebijakan tersebut selanjutnya akan dievaluasi untuk kemungkinan diterapkan seterusnya.

 

Nurdin mengungkapkan, kebijakan tersebut dimaksudkan untuk menghindari penumpukan kendaraan di GT Palimanan. Dia berharap, hal tersebut bisa memperlancar arus kendaraan.

Hal senada diungkapkan CEO Grup Bisnis Jalan Tol Astra Infra, Krist Ade Sudiyono. Dia menyatakan, selama ini salah satu hambatan dalam kelancaran arus mudik lebaran adalah adanya transaksi di gerbang tol utama.

‘’Dengan pertimbangan itu, maka pihak regulator dan kami memutuskan transaksi di GT Palimanan ditiadakan, dan (pembayaran) diintegrasikan di gerbang berikutnya,’’ kata Krist.

Lebih lanjut Krist mengatakan, pihaknya sudah menyiapkan seluruh infrastruktur maupun sarana lainnya untuk melayani arus mudik dan balik lebaran 2022. Meski demikian, dia berharap adanya kerja sama dari seluruh pihak yang terlibat, termasuk pemudik.

‘’Pemudik diharap bisa mengatur mudiknya dengan bijaksana, seperti  perencanaan tanggal mudik hingga jamnya juga harus diatur,’’ kata Krist.

Krist pun berharap agar para pemudik menggunakan kesempatan mudik lebih awal supaya arus kendaraan terdistribusi lebih merata. Selain itu, pemudik pun diminta mempersiapkan segala kebutuhan sebelum masuk ke jalan tol, baik BBM, uang elektronik maupun perlengkapan pribadi lainnya. 

Baca juga : Kemenhub Pastikan Jalur Pantai Selatan Jawa Layak Jadi Alternatif Rute Mudik

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement