Selasa 08 Feb 2022 14:34 WIB

Indonesia Fokus Promosi Investasi di G20

G20 tahun ini harus dimanfaatkan untuk bisa mewujudkan visi transformasi ekonomi.

Rep: ANTARA/ Red: Fuji Pratiwi
G20 Presidency of Indonesia. Indonesia akan fokus mempromosikan peluang investasi di KTT G20.
Foto: g20-indonesia.id
G20 Presidency of Indonesia. Indonesia akan fokus mempromosikan peluang investasi di KTT G20.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia mengatakan Indonesia akan fokus mempromosikan peluang investasi yang akan mendukung visi transformasi ekonomi dalam Kelompok Kerja Perdagangan, Investasi, dan Industri G20.

Menurut Bahlil, Presidensi Indonesia dalam KTT G20 tahun ini harus benar-benar dimanfaatkan untuk bisa mewujudkan visi transformasi ekonomi. "Yang jadi fokus pemerintah Indonesia dalam memanfaatkan momentum G20, pertama, kita akan mendorong investasi berkelanjutan, investasi yang inklusif," kata Bahlil dalam Inaugurasi Kelompok Kerja Perdagangan, Investasi, dan Industri G20/Inauguration Trade, Investment, and Industry Working Group (TWIIWG) yang dipantau secara daring di Jakarta, Selasa (8/2/2022).

Baca Juga

Bahlil menuturkan, sebagai negara yang kaya akan sumber daya alam, Indonesia harus berada di posisi terdepan dalam memainkan peran untuk mendorong investasi yang berkelanjutan. Sejumlah sektor yang tengah digenjot pemerintah saat ini diantaranya energi baru terbarukan (EBT) hingga hilirisasi mineral menjadi bahan baku baterai kendaraan listrik.

Sejalan dengan hal tersebut, pemerintah juga mendorong investasi yang ramah lingkungan dan berkeadilan. Kata Bahlil, investor asing yang memiliki kemampuan teknologi harus bisa berkolaborasi dengan pengusaha nasional agar nilai tambahnya juga bisa dirasakan di dalam negeri.

"Ketiga, adalah investasi yang betul-betul bermanfaat bagi pengusaha di daerah dan keterlibatan UMKM. Arahan Presiden kepada kami, investasi jangan hanya dilihat dari nominal angka, jangan dilihat dari sisi negara mana yang masuk, tapi juga investasi berkeadilan yang memberdayakan pengusaha daerah dan UMKM," pungkas Bahlil.

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement