Selasa 25 Jan 2022 05:10 WIB

Wujudkan Travel Bubble RI-Singapura, Pelaku Wisata Divaksinasi Penguat

Sebanyak 829 orang pelaku wisata di Nongsa mendapatkan suntikan penguat.

Rep: ANTARA/ Red: Fuji Pratiwi
Vaksinasi booster. Guna mewujudkan travel bubble antara Indonesia dengan Singapura, pelaku usaha di Kepri mendapatkan vaksin penguat.
Foto: ANTARA/Prasetia Fauzani
Vaksinasi booster. Guna mewujudkan travel bubble antara Indonesia dengan Singapura, pelaku usaha di Kepri mendapatkan vaksin penguat.

REPUBLIKA.CO.ID, BATAM -- Seluruh pelaku wisata di Kawasan Nongsa Sensation Batam mendapatkan suntikan vaksin Covid-19 penguat, sebagai bentuk persiapan menerima wisatawan asing melalui kebijakan gelembung perjalanan (travel bubble) Indonesia dengan Singapura.

Kepala Dinas Pariwisata Kepulauan Riau Buralimar bersyukur atas penetapan skema gelembung perjalanan dengan Singapura ini. Untuk meyakinkan wisman untuk datang, Pemprov Kepri melakukan vaksinasi kepada pelaku pariwisata.

Baca Juga

"Kami bersyukur akhirnya skema travel bubble ini bisa kita wujudkan dengan telah dibukanya pintu pariwisara dalam negeri Batam-Bintan-Singapura, Senin ini. Kepri siap menjalankannya dengan tetap ketat pada protokol kesehatan dan memvaksinasi seluruh pelaku pariwisata yang berjumlah 2.000 orang di Kawasan Nongsa Sensation," kata Buralimar dalam keterangan di Batam, Senin (24/1/2022).

Ia menyatakan pemberian vaksin Covid-19 penguat merupakan kebijakan Gubernur Ansar Ahmad, agar pelaksanaan gelembung perjalanan berjalan lancar. "Kebijakan ini, baru Kepri yang melakukannya untuk pertama kali," jelas Buralimar.

 

Sebanyak 829 orang pelaku wisata di Kawasan Nongsa mendapatkan suntikan vaksin Covid-19 penguat pada Senin (24/1/2022). Sebelumnya, 500 pekerja di sana juga telah mendapatkan vaksinasi serupa.

Selanjutnya, vaksin penguat akan diberikan kepada pendukung sektor pariwisata dan masyarakat sekitar kawasan Nongsa Sensation.

Di tempat yang sama, Badan Promosi Pariwisata Daerah Kepulauan Riau Irwandi Azwar menyambut kebijakan gelembung perjalanan Batam dan Bintan-Singapura. Dia berharap Singapura kelak memberlakukan travelbubble ini secara dua arah atau resiprokal.

"Dengan diberlakukannya skema travel bubble ini lebih meyakinkan kesiapan kita untuk kemudahan perjalanan ke Batam dan Bintan," kata dia.

Namun, menurut dia, aturan gelembung perjalanan masih memiliki hambatan, antara lain terkait visa serta tes PCR pada sebelum dan sesudah keberangkatan yang menimbulkan biaya tinggi. Meski begitu, kebijakan gelembung perjalanan tetap menjadi pendorong aktivitas kepariwisataan.

Ia juga berharap kebijakan gelembung perjalanan dilanjutkan dengan skema vaccinated travel lane (VTL) , yakni jalur perjalanan bagi orang yang telah divaksinasi. Ia menambahkan, para pelaku pariwisata tunduk dalam peraturan pemerintah untuk aturan Covid-19. Namun di sisi lain dorongan dalam sektor pariwisata juga perlu dijalankan.

"Semoga pandemi COVID-19 cepat berlalu dan pariwisata Kepri kembali bergairah dan berkembang pesat. Kita sambut positif dulu skema travel bubble ini sambil melakukan evaluasi nantinya," kata dia.

Travel bubble merupakan kesepakatan antara dua atau lebih negara untuk mengontrol dan memutus penyebaran Covid-19 dengan memberikan batasan tertentu pada perjalanan lintas negara dengan menciptakan sebuah gelembung atau koridor perjalanan.

 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement