Rabu 29 Dec 2021 01:14 WIB

Aplikasi Transaksi Tol Nirsentuh akan Dirilis Juli 2022

Ppengguna tol nantinya dapat melakukan transaksi tol nirsentuh melalui tiga cara.

Sejumlah kendaraan melintas di ruas Tol Jagorawi, Cibubur, Jakarta Timur (ilustrasi). Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Kementerian PUPR berharap implementasi sistem transaksi nontunai nirsentuh atau tanpa setop di tol dapat berjalan secara bertahap mulai 2022 mendatang.
Foto: Antara/Yulius Satria Wijaya
Sejumlah kendaraan melintas di ruas Tol Jagorawi, Cibubur, Jakarta Timur (ilustrasi). Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Kementerian PUPR berharap implementasi sistem transaksi nontunai nirsentuh atau tanpa setop di tol dapat berjalan secara bertahap mulai 2022 mendatang.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) mengungkapkan aplikasi transaksi tol nirsentuh atau Multi Lane Free Flow (MLFF) akan diluncurkan pada Juli 2022. "Saat ini kita masih berproses, kami targetkan nanti aplikasi (MLFF) itu akan siap diluncurkan kepada masyarakat pada Juli 2022. Tentunya hal ini membutuhkan sosialisasi yang cukup masif," ujar Kepala Subbidang Operasi dan Pemeliharaan I BPJT Galuh Permana Waluyo dalam seminar daring di Jakarta, Selasa.

Galuh juga menambahkan pihaknya juga memulai pilot project MLFF pada kuartal III tahun 2022, sehingga pada Desember 2022 sudah bisa melaksanakan untuk implementasi MLFF secara bertahap."Mungkin tidak semua gerbang tol dulu yang akan kita implementasikan," kata Galuh.

Baca Juga

Adapun pengguna tol nantinya dapat melakukan transaksi tol nirsentuh melalui tiga cara, antara lain melalui electronic on-board unit di mana pengguna tidak perlu menggunakan perangkat yang harus dibeli, namun cukup menggunakan smartphone dengan mengunduh suatu aplikasi."Di aplikasi itu nanti akan terintegrasi dengan sistem atau metode pembayaran serta data kendaraan semua akan dimasukkan ke dalam aplikasi tersebut," kata Galuh.

Selanjutnya ada alternatif yakni perangkat On-Board Unit (OBU) khusus, namun demikian BPJT tidak akan merekomendasikankarena harganya yang cukup mahal. Cuma nanti, katanya, ada beberapa skema yang nanti dapat digunakan untuk bisnis-bisnis tertentu.

"Kita tetap merekomendasikan penggunaan OBU elektronik yakni smartphone," ujarnya.

Kemudian MLFF juga bisa menggunakan electronic route ticket atau tiket sekali jalan yang dapat dijadikan sebuah alternatif, karena banyaknya perbedaan karakteristik masyarakat Indonesia."Mungkin salah satu contohnya ketika seseorang tidak sering menggunakan jalan tol, mereka tidak perlu membeli perangkat OBU atau mengunduh aplikasi di smartphone sehingga mereka bisa melakukan pembelian tiket secara langsung," ujar Galuh.

 

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement