Kamis 09 Dec 2021 07:05 WIB

10 Cara Mencintai dan Mendukung Dunia Literasi Indonesia

Sedikitnya ada 10 cara untuk menunjukkan dukungan terhadap dunia literasi Indonesia

Penulis Novel Akmal Nasery Basral
Foto: Republika/Iman Firmansyah
Penulis Novel Akmal Nasery Basral

Oleh : Akmal Nasery Basral

REPUBLIKA.CO.ID, -- Dalam rangka menyambut IIBF ( Indonesia International Book Fair) 2021 yang berlangsung 8-12 Desember di Jakarta Convention Center, sedikitnya ada 10 cara untuk menunjukkan kecintaan dan dukungan terhadap dunia literasi Indonesia.

Lakukan minimal salah satu cara di bawah ini agar dunia perbukuan di Indonesia semakin baik dan sehat setelah sempat merosot tajam terdampak pandemi.

1. Beli, baca, dan buat resensi dari buku yang disukai, fiksi atau non-fiksi. Tampilkan di media massa atau media sosial.

2. Beli dan baca buku yang disukai tanpa membuat resensi, jika memang tak punya waktu untuk menuliskannya.

 

3. Beli dan hadiahkan buku yang disukai kepada keluarga, kawan, kolega kerja, atau perpustakaan masyarakat, jika tak punya waktu membaca. Jangan sampai kesibukan pribadi menghalangi niat baik untuk berkontribusi kepada dunia literasi Indonesia.

4. Membeli buku bukan saja membantu sang penulis, juga menopang penerbit dan seluruh karyawan yang bekerja (penyunting, perancang sampul, bagian promosi dan penjualan, dst) selain pihak percetakan sampai pos penjualan (toko buku dan marketplace).

5. Jangan biasakan meminta buku gratis kepada penulis, kecuali jika penulis yang menawarkan lebih dulu. Penulis memang punya jatah promosi dari penerbit, tetapi jumlahnya sangat terbatas.  

6. Jika mendapatkan buku gratis, itu artinya sang penulis menghargai Anda. Balaslah penghargaannya dengan menulis resensi singkat di akun medsos yang Anda miliki sebagai respon awal.

7. Jika mendapatkan buku gratis dan Anda tak punya waktu menulis resensi, postinglah foto sampul buku di media sosial Anda sebagai penghargaan atas hadiah yang diberikan.

8. Jika seorang penulis menghubungi dan meminta Anda sebagai pembaca awal naskahnya, jangan ditolak. Itu artinya sang penulis percaya Anda bisa memberikan masukan konstruktif untuk perbaikan naskahnya. Hargai penghormatan itu. Jadikan waktu yang Anda gunakan membaca naskah dan memberikan masukan dan testimoni sebagai sedekah waktu dan ilmu bagi sang penulis.

9. Datanglah ke acara-acara perbukuan--seperti IIBF--jika kondisi memungkinkan. Jika tidak, ikuti acara melalui tautan yang diinformasikan panitia. Lebih sempurna lagi jika dilanjutkan dengan membeli buku yang dibahas atau buku-buku lain yang disukai.

10. Jangan pernah membeli buku bajakan, betapa pun murah harga yang ditawarkan penjual. Membeli buku bajakan, apalagi terlibat dalam mata rantai penjualan buku bajakan, sama saja dengan menghancurkan kehidupan sang penulis dan dunia perbukuan tanah air.

Salam literasi,

Akmal Nasery Basral

IG: @akmalbasral

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
Advertisement
Advertisement