Senin 29 Nov 2021 15:10 WIB

Satgas Covid-19 Jatim Antisipasi Covid-19 Varian Omicron

Langkah lain yang juga dilakukan adalah menutup akses masuk dari luar negeri.

Rep: Dadang Kurnia/ Red: Muhammad Fakhruddin
Satgas Covid-19 Jatim Antisipasi Covid-19 Varian Omicron (ilustrasi).
Foto: EPA-EFE/YONHAP SOUTH KOREA OUT
Satgas Covid-19 Jatim Antisipasi Covid-19 Varian Omicron (ilustrasi).

REPUBLIKA.CO.ID,SURABAYA -- Juru Bicara Rumpun Kuratif Satgas Penanganan Covid-19 Jatim, dr. Makhyan Jibril Al Farabi mengungkapkan, pihaknya melakukan Whole Genome Sequencing (WGS) pada pasien-pasien Covid-19 dari seluruh daerah yang memiliki CT Value di bawah 20. Hal itu dilakukan guna mengantisipasi penularan Covid-19 varian Omicron.

Jibril menjelaskan, langkah serupa juga pernah dilakukan dalam upaya mengantisipasi penyebaran Covid-19 varian Alfa, Delta, maupun Delta Plus beberapa waktu lalu. "Kami lakukan WGS pada pasien Covid-19  yang memiliki CT value di bawah 20. Sampai saat ini Omicron tidak ditemukan," kata Jibril, Senin (29/11).

Ia menjelaskan, CT value merupakan istilah untuk menggambarkan jumlah partikel virus yang ada dalam tubuh pasien. Tingkat infeksius atau kemampuan seseorang dalam menularkan virus juga dapat dinilai melalui CT value tersebut. Semakin tinggi CT value pasien, semakin rendah kemungkinannya untuk menyebarkan virus yang kepada orang lain. Begitupun sebaliknya.

"Kalau ada pasien yang terdeteksi memiliki CT value di bawah 20, kami akan kirim ke Universitas Airlangga Surabaya untuk dilakukan WGS. Dengan demikian, kita bisa memetakan lokasi," ujarnya.

Selain itu, kata Jibril, langkah lain yang juga dilakukan adalah menutup akses masuk dari luar negeri. Tidak terkecuali penerbangan dari Afrika Selatan, tempat ditemukannya Covid-19 varian Omicron. "Bandar Udara Internasional Juanda sudah tutup. Tapi di daerah laut (jalur laut) harus diwaspadai," kata dia.

Jibril mengingatkan Covid-19 varian delta dan delta plus di Jatim ditemukan setelah seorang Pekerja Migran Indonesia (PMI) masuk ke Jawa TImur via Pelabuhan. Padahal, saat itu pelabuhan telah dijaga ketat.

"Juanda memang sudah ditutup, tapi di pelabuhan yang mana ada kemungkinan perjalanan internasional harus diwaspadai. Bila ada kemungkinan perjalanan internasional, akan kami isolasi bila ada kemungkinan infeksi varian baru," ujarnya.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement