Kamis 25 Feb 2021 14:01 WIB

Kirim Perawat ke Luar Negeri, Filipina Minta Imbalan Vaksin

Pada 2019, sekitar 17 ribu perawat Filipina bekerja di luar negeri.

Rep: Zainur Mahsir Ramadhan/ Red: Nur Aini
Vaksin Covid-19 (ilustrasi).
Foto: www.freepik.com.
Vaksin Covid-19 (ilustrasi).

REPUBLIKA.CO.ID, MANILA — Direktur Biro Urusan Perburuhan Internasional, Alice Visperas mengatakan, Sekretaris Departemen Tenaga Kerja dan Ketenagakerjaan Filipina (DOLE), Silvestre Bello III telah meminta dosis vaksin Covid-19 dari Inggris dan Jerman. Permintaan itu, disinggung Bello sebagai imbalan bagi Filipina, yang sempat menyebarkan pekerja medis Filipina di luar negeri (OFW) ke negara mereka.

"Kami sedang mempertimbangkan permintaan untuk mencabut batas penempatan, tunduk pada kesepakatan," kata Visperas dikutip dari Sputnik, Kamis (25/2).

Baca Juga

Visperas mencatat, Bello secara khusus meminta vaksin agar petugas layanan kesehatan Filipina bisa terlindungi dari Covid-19, termasuk juga berbagai gejalanya.

Sejauh ini, data pemerintah yang diamati pihaknya menunjukkan, pada 2019, sekitar 17 ribu perawat Filipina bekerja di luar negeri.

"Belum ada jumlah pasti tapi perkiraan kami ada lebih dari 600 ribu OFW yang berada di dalam negeri dan pergi ke luar negeri. Saya kira sekitar angka itu," kata Visperas, menurut PNA.

Baca juga : Salju Turun di Tabuk Arab Saudi, Tanda Kiamat?

Namun, sekretaris jenderal Perawat Filipina, Jocelyn Andamo, menentang permintaan pemerintahannya tersebut. Dia mengklaim, negara akan terlihat tidak manusiawi bagi pekerja perawatan kesehatan jika melakukan kesepakatan itu.

"Kami muak dengan bagaimana perawat dan petugas kesehatan diperlakukan oleh pemerintah sebagai komoditas atau produk ekspor," kata Andamo.

Permintaan itu muncul di tengah upaya negara itu untuk mencapai tujuannya mendapat vaksin. Sejauh ini, Filipina setidaknya harus mendapat 148 juta dosis vaksin Covid-19 untuk memperoleh kekebalan kelompok.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement