Jumat 06 Nov 2020 21:45 WIB

20 Guru di Garut Terkonfirmasi Positif Covid-19

Dinkes masih terus melakukan penelusuran pada kontak erat dari guru yang terkofirmasi

Rep: Bayu Adji P / Red: Agus Yulianto
Seorang guru mengikuti tes usap (swab test) (Ilustrasi)
Foto: ANTARA/Oky Lukmansyah
Seorang guru mengikuti tes usap (swab test) (Ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, GARUT -- Sebanyak 20 guru yang berasal dari Kecamatan Karangpawitan, Kabupaten Garut, terkonfirmasi positif Covid-19. Sebanyak 14 orang merupakan guru SD dan enam orang adalah guru PAUD.

Sekretaris Dinas Keaehatan Kabupaten Garut, Leli Yuliani mengatakan, awalnya terdapat seorang guru SD di Kecamatan Karangpwitan yang terkonfirmasi piositif Covid-19. Setelah petugas kesehatan melakukan penelusuran (tracing) setelah, terdapat guru lainnya yang juga terpapar Covid-19 dari satu sekolah itu. 

"Memang yang pertama positif itu guru piket. Kayaknya pas piket dia ngobrol dan sebagainya dengan guru lainnya," kata dia, Jumat (6/11). 

Total terdapat 14 guru dari satu sekolah itu yang terkonfirmasi positif Covid-19. Namun, menurut dia, kasus terkonfirmasinya guru itu tak berdampak kepada siswa. Sebab, sampai saat ini belum ada kegiatan belajar mengajar (KBM) secara tatap muka. 

"Tidak ada kontak dengan siswa, karena kan sekolah belum mulai. Mudah-mudahan gak ada dari siswa," kata dia.

Kendati demikian, Leli mengatakan, pihaknya masih terus melakukan penelusuran kepada kontak erat dari guru yang terkofirmasi positif. Ia menambahkan, kondisi para guru itu tak memiliki gejala penyakit penyerta.

Selain 14 guru SD, Leli mengatakan, terdapat enam guru PAUD yang juga terkonfirmasi positif Covid-19. Enam guru PAUD itu berasal dari sekolah di Kecamatan Karangpawitan.

Menurut dia, para guru PAUD itu menjalani uji cepat (rapid test) setelah mengikuti kegiatan di Kabupaten Garut. Dari hasil rapid test, para guru PAUD itu dinyatakan reaktif. Setelah ditindaklanjuti dengan uji usap (swab test), keempat guru PAUD itu dinyatakan terkonfirmasi positif. 

"Jadi semua ada 20 guru yang positif. Sekolahnya itu di Karangpawitan, tapi rumahnya tersebar," kata dia.

 

Seberapa tertarik Kamu untuk membeli mobil listrik?

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement