Sabtu 03 Oct 2020 10:23 WIB

Pasien Positif Covid-19 di Wisma Atlet Berkurang 42 Orang

Pagi ini 2.241 pasien positif Covid-19 masih menghuni tower 6 dan 7 Wisma Atlet.

Tenaga kesehatan dengan mengenakan APD berjalan menuju salah satu tower di kawasan Rumah Sakit Darurat (RSD) wisma atlet, Kemayoran, Jakarta.
Foto: Prayogi/Republika
Tenaga kesehatan dengan mengenakan APD berjalan menuju salah satu tower di kawasan Rumah Sakit Darurat (RSD) wisma atlet, Kemayoran, Jakarta.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Tower 6 dan 7 Rumah Sakit Darurat (RSD) Wisma Atlet Kemayoran Jakarta Pusat hingga Sabtu (3/10) pukul 08.00 WIB dihuni 2.241 pasien terkonfirmasi positif Covid-19. Jumlah tersebut berkurang 42 orang dibanding hari sebelumnya yakni 2.283 orang.

Perwira Penerangan Kogabwilhan I Kolonel Marinir Aris Mudian dalam keterangan persnya di Jakarta, Sabtu (3/10) mengatakan, dari total 2.241 pasien terkonfirmasi positif Covid-19 tersebut 1.061 orang di antaranya berjenis kelamin laki-laki dan 1.180 orang lainnya perempuan.

Baca Juga

Sementara itu, sebanyak 1.913 pasien, terbagi atas 1.055 pria dan 858 wanita menjalani isolasi mandiri di Tower 4 dan 5 RSD Wisma Atlet. Jumlah tersebut mengalami pengurangan sebanyak 71 orang dibanding hari sebelumnya yakni 1.984 orang.

Tower 4 dan 5 digunakan sebagai hunian isolasi mandiri bagi pasien positif Covid-19 berstatus tanpa gejala. Tower 4 memiliki kapasitas 1.546 tempat tidur, sementara Tower 5 memiliki ketersediaan tempat tidur sebanyak 1.570 unit.

 

Wisma Atlet Kemayoran resmi difungsikan sebagai Rumah Sakit Darurat Covid-19 oleh Presiden Joko Widodo sejak 23 Maret 2020. Rumah sakit ini berkapasitas 12.000.

Komando Gabungan Wilayah Pertahanan I ditunjuk pemerintah melalui Markas Besar TNI untuk mengoperasikan rumah sakit darurat yang baru pertama kali dioperasikan di Tanah Air itu.

Komando Gabungan Wilayah Pertahanan I bertanggung jawab dalam operasionalisasi empat pusat perawatan dan penanggulangan Covid-19, yaitu RS Darurat Wisma Atlet (Jakarta), fasilitas serupa di Pulau Sebaru, Kepulauan Seribu (Jakarta) dan di Pulau Natuna (Kepulauan Riau)

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement