Senin 08 Jun 2020 19:15 WIB

Ilmuwan Temukan Exoplanet Berpotensi Dihuni

Exoplanet berada di wilayah zona layak huni bintang sebanding dengan posisi Bumi.

Rep: Noer Qomariah Kusumawardhani/ Red: Nora Azizah
Exoplanet berada di wilayah zona layak huni bintang sebanding dengan posisi Bumi (Foto: ilustrasi Exoplanet)
Foto: NASA.com
Exoplanet berada di wilayah zona layak huni bintang sebanding dengan posisi Bumi (Foto: ilustrasi Exoplanet)

REPUBLIKA.CO.ID, GOETTINGEN -- Para ilmuwan telah menemukan exoplanet yang berpotensi dihuni dan bintangnya merupakan citra bayangan (mirror image) Bumi dan matahari. Para ahli dari Max Planck Institute memimpin tim astronom internasional dalam penemuan pasangan bintang-exoplanet untuk Penelitain Sistem Tata Surya di Goettingen, Jerman.

Dalam sebuah pernyataan, seperti yang dilansir dari Fox News, Senin (8/6),  Exoplanet KOI -456.04 kurang dari dua kali ukuran Bumi, tetapi mengorbit bintang seperti matahari. Bintang ini berjarak hanya 3.000 tahun cahaya dari tata surya. Satu tahun cahaya, yang mengukur jarak di ruang angkasa, sama dengan sekitar 6 triliun mil.

Baca Juga

“KOI-456.04 berada di wilayah zona layak huni bintang yang sebanding dengan posisi Bumi di sekitar matahari,” kata para ilmuwan menambahkan dalam pernyataan itu.

Para ahli juga mencatat bintan induk KOI-456.04 tidak speerti bintang pusat dari kebanyakan exoplanet lainnya. Bintang inangnya, yang disebut Kepler-160, sebenarnya memancarkan cahaya yang tampak, yaitu bintang-bintang pusat dari hampir semua exoplanet lain.

“Di sisi lain, memancarkan radiasi inframerah, lebih kecil dan lebih redup daripada matahari dan karenanya termasuk dalam kelas bintang kerdil merah,” ujar institut itu menjelaskan. Penelitian ini diterbitkan dalam jurnal Astronomi & Astrofisika.

Para ilmuwan menggunakan algoritma pencarian baru untuk menemukan kandidat planet KOI-456.04, yang memiliki radius Bumi 1.9 dan periode orbit 378 hari. Kondisi permukaan pada KOI-456.04 bisa serupa dengan yang diketahui di Bumi, asalkan atmosfernya tidak terlalu masif dan tidak mirip Bumi.

Jumlah cahaya yang diterima dari bintang inangnya sekitar 93 persen dari sinar matahari yang diterima di Bumi. Namun, para ahli juga mencatat lebih banyak data diperlukan untuk secara resmi menyatakan KOI-456.04 adalah sebuah planet.

“Saat ini tidak dapat dikesampingkan sepenuhnya, KOI-456.04 pada kenyataannya, adalah kebetulan statistik atau kesalahan pengukuran sistematis daripada planet asli. Tim memperkirakan kemungkinan sifat planet KOI-456.04 untuk sekitar 85 persen pro planet. Mendapatkan status planet formal membutuhkan 99 persen,” tulis mereka.

Observatorium Sonneberg di Jerman, Universitas Goettingen, Universitas California di Santa Cruz dan NASA juga berpartisipasi dalam penelitian ini.

Advertisement
Berita Terkait
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement