Rabu 18 Mar 2020 22:51 WIB

Tingkat Okupansi Hotel di Sulsel Hanya 30 Persen

Tingkat okupansi dari 335 hotel yang tersebar di Sulsel hanya sekitar 30 persen

Rep: Antara/ Red: Christiyaningsih
Karyawan menyemprotkan cairan disinfektan di kamar hotel. Tingkat okupansi dari 335 hotel yang tersebar di Sulsel hanya sekitar 30 persen akibat pandemi corona. Ilustrasi.
Foto: Antara/Nova Wahyudi
Karyawan menyemprotkan cairan disinfektan di kamar hotel. Tingkat okupansi dari 335 hotel yang tersebar di Sulsel hanya sekitar 30 persen akibat pandemi corona. Ilustrasi.

REPUBLIKA.CO.ID, MAKASSAR - Tingkat okupansi atau hunian kamar dari 335 hotel yang tersebar di Sulawesi Selatan hanya sekitar 30 persen sejak Januari hingga medio Maret 2020. Kondisi ini terjadi sebagai dampak pandemi COVID-19.

Hal tersebut dikemukakan Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia Sulawesi Selatan (PHRI Sulsel) Anggiat Sinaga di Makassar, Rabu (18/3). "Periode yang sama 2019 tingkat hunian kamar masih dapat mencapai 60 persen, namun kini hanya mampu mencapai 30 persen saja," katanya.

Baca Juga

Penurunan tingkat hunian kamar sejak awal 2020 hingga saat in, dinilai lebih buruk dibanding periode yang sama 2019. Tahun lalu tingkat hunian menurun dipicu oleh kenaikan harga tiket pesawat.

Adanya pembatasan bepergian dan berkumpul dalam jumlah yang banyak telah memicu berkurangnya pengunjung hotel maupun restoran. Jumlah pengunjung makin menurun meskipun harga tiket pesawat sudah berangsur normal.

Pada Februari 2020, pemerintah telah memberikan diskon atau potongan harga tiket pesat untuk 10 destinasi wisata di Indonesia. Akan tetapi itu tidak berpengaruh banyak. "Kami berharap agar masalah penyebaran virus corona ini cepat tertangani dan semua kembali normal," harap Anggiat.

Menurutnya apabila kondisi itu berlarut-larut, dikhawatirkan juga akan berdampak pada tenaga kerja yang bergerak di sektor perhotelan dan restoran. Mereka terancam dirumahkan, bahkan tidak menutup kemungkinan terjadi PHK besar-besaran.

Menyikapi lesunya aktivitas hotel dan restoran di Sulsel, Anggiat menyerukan agar pihak manajemen atau pengelola hotel dan restoran melakukan sterilisasi dengan menyemprot disinfektan di lokasi kerja. Selain itu pihak hotel perlu mengintensifkan pemeriksaan suhu tubuh baik karyawan maupun tamu. Hal itu bertujuan untuk mencegah penyebaran infeksi virus corona.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement