Rabu 28 Feb 2018 16:34 WIB

Kebumen Target Prioritas Penanganan Stunting

DWP Kemendes PDTT akan terus berperan aktif menyosialisasikan kepada masyarakat desa.

Anak-anak yang mengalami stunting cenderung bertubuh kerdil
Foto: BBC
Anak-anak yang mengalami stunting cenderung bertubuh kerdil

REPUBLIKA.CO.ID, KEBUMEN  -- Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) melakukan kunjungan sebagai gerakan percepatan penanganan stunting dan festival pelayanan sosial dasar untuk korban pascabanjir di Desa Bejiruyung, Kecamatan Sempor, Kebumen, Jawa Tengah, Selasa (27/2).

Penasihat DWP Kemendes PDTT Sri Mega Darmi Eko Putro Sandjojo dalam kunjungannya meminta kepada kaum perempuan untuk lebih meningkatkan perannya dalam mendukung pembangunan desa.

Menurutnya, desa sangat memerlukan keterlibatan perempuan secara partisipatif dalam perencanaan pembangunan desa. Hal itu menjadi penting dalam memastikan pembangunan desa yang mempunyai manfaat dapat diperoleh sesuai kebutuhan perempuan termasuk anak-anak.

"Tantangan desa saat ini adalah masalah tingginya angka stunting di Indonesia, terutama pada anak-anak pada 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK)," kata Sri Mega Darmi  yang biasa disapa Riri dalam siaran pers, Rabu (28/2).

Riri menyampaikan, DWP Kemendes PDTT akan terus berperan aktif dalam menyosialisasikan kepada masyarakat di desa agar peningkatan akses pelayanan sosial dasar dapat diakses dan dimanfaatkan. "Kaum perempuan lebih dapat memperhatikan bagaimana pertumbuhan anak yang berkarakter, untuk itu kita sebagai perempuan harus memperhatikan anak dari segi pendidikan dan kesehatan," katanya. 

Riri melanjutkan, Kabupaten Kebumen merupakan salah satu target prioritas penanganan stunting dari 100 kabupaten yang ada di Indonesia. Sehingga, kondisi yang sangat memprihatinkan ini diperlukan peran perempuan agar lebih peduli dalam meningkatkan pemberian gizi yang baik bagi balita.

"Salah satu sumber gizi keluarga kita dapat membuat kebun gizi di halaman rumah pola hemat lahan dengan menggunakan media yang ada di desa. Apalagi, dari Kemendes PDTT telah memiliki program pembangunan embung yang setelah embung terbangun nantinya akan diberikan bibit ikan secara gratis agar hasilnya bisa dimanfaatkan oleh masyarakat desa dalam mengurangi stunting karena kebutuhan protein dari ikan," katanya.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement